By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Banyak Aduan Remaja Kumpul Kebo di Hotel, Satpol PP Menunggu Intruksi
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Banyak Aduan Remaja Kumpul Kebo di Hotel, Satpol PP Menunggu Intruksi

Redaksi
Last updated: 19 September 2023 00:44
Redaksi
Published: 19 September 2023
Share
SHARE

TARAKAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan menerima aduan dari masyarakat menyoal adanya aktivitas salah satu hotel di sekitar bandara yang selalu ramai dikunjungi kaum muda-mudi. Saat diwawancara, Kasatpol PP Tarakan Sofyan mengaku baru mengetahui fenomena tersebut sehingga menindaklanjuti aduan masyarakat pihaknya menegaskan siap melakukan razia jika adanya instruksi pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

“Pertama saya tekankan bahwa razia hotel, kost-kostan itu penginapan itu sebenarnya kewenangan Kelurahan dan Kecamatan. Terkait THM atau prostitusi, kami hanya menunggu intruksi. Kalau memang dikhendaki pemerintah kota kami akan melakukan razia,”katanya.

“Sebenarnya ada OPD yang menanggani khusus prostitusi seperti Dinsos, dan Dinas Perizinan. Jadi suatu saat mereka ingin melakukan razia, kami bisa mendampingi. Beda cerita dengan ketertiban yang berhubungan sama estetika kota, kalau itu kami bisa melakukan tindakan tanpa instruksi, karena itu bagian fokus kami,”sambungnya

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan H. Muhammad Anas mengungkapkan, semakin maraknya maksiat tentunya pihaknya tidak menginginkan adanya musibah yang menimpah Bumi Paguntaka. Meski bencana dan maksiat tidak memiliki hubungan secara logika, namun menurutnya hal tersebut merupakan keyakinan yang harus diimani. Khususnya sebagai seorang muslim.

“Karena kami melihat Tarakan ini merupakan pulau kecil, kalau Allah sudah melimpahkan sebuah bencana kepada kita yang tidak bersalah juga menanggung akibatnya. Seperti yang diungkapkan KH Zainuddin dalam ceramahnya, meski dalam logika tidak memiliki hubungan tapi ini masalah keyakinan,”tukasnya.

Ia menjelaskan, meski upaya tersebut nantinya dapat menimbulkan ketidaksukaan dari banyak pihak, namun menurutnya pihaknya tidak akan lelah untuk menyadarkan masyarakat agar tidak melakukan maksiat.

Masuki Musim Pancaroba, Begini Pesan BMKG Kepada Nelayan
Sempat Dikabarkan Hilang, Ternyata BD Bersantai di dalam Bui
Maksimalkan Penanganan Banjir, U-Ditch Bakal Dipasang di Jalan Dr Soetomo
75 Mahasiswa Politeknik Kaltara Resmi Sandang Gelar Diploma
Bulan Bakti KKP 2025: Udang Tarakan Dinyatakan Aman Dikonsumsi dan Diekspor
Share This Article
Facebook Email Print
69 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?