By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Seorang Petambak Jadi Korban Penganiayaan Oleh Oknum Diduga Petugas dari Lantamal XIII Tarakan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Hukum & KriminalKaltara

Seorang Petambak Jadi Korban Penganiayaan Oleh Oknum Diduga Petugas dari Lantamal XIII Tarakan

Redaksi
Last updated: 30 September 2024 02:50
Redaksi
Published: 30 September 2024
Share
SHARE

TARAKAN – Seorang korban yang merupakan petani tambak dianiaya oleh sekelompok orang, Sabtu (28/9/2024), di lokasi pertambakan Pulau Kepiting, Bunyu. Saat itu korban, Hasrudin, digeledah dan ditodong senjata api. Hasrudin juga sempat menerima pukulan di bagian wajah sebanyak 6 kali.

Dari 6 orang yang datang ke lokasi tambaknya tersebut, Hasrudin sempat mengenali salah satu wajah mereka. Diduga sekelompok orang yang datang adalah oknum petugas dari Lantamal XIII Tarakan. Namun Hasrudin tidak mengetahui alasan ia didatangi dan diinterogasi hingga terjadi penganiayaan.

“Saya sempat tanyakan, bapak dari satuan mana? maksud dan tujuannya apa menggeledah dan memeriksa hp saya, adakah bapak surat perintahnya untuk melakukan pemeriksaan seperti ini. Setelah itu saya dipukul 6 kali di bagian muka, di punggung saya ditodongkan senjata api, akhirnya saya diam dan ikuti saja apa yang diarahkan mereka,” terang Hasrudin saat menceritakan kronologis peristiwa tersebut.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Hasrudin pun hanya memperkirakan jumlah orang yang datang ke lokasi tambaknya tersebut. Karena kejadian berlangsung saat malam hari dan sekelompok orang tersebut datang menggunakan speedboat biasa dengan mesin 40 PK. “Pondok saya digeledah, mereka katanya mencari sesuatu. Karena tidak dapat, akhirnya HP saya dikembalikan, kemudian mereka pergi dari lokasi tambak,” kata Hasrudin.

Usai peristiwa tersebut, Hasrudin resmi membuat laporan dugaan penganiayaan ke POMAL Lantamal XIII Tarakan. Ia berharap peristiwa yang dilaporkan dapat diusut tuntas. “Saya berharap apa yang saya laporkan ini segera dilakukan tindaklanjut. Semoga saya juga mendapatkan perlindungan,” pungkasnya.

Hingga artikel ini diterbitkan, media ini masih berupaya mengkonfrmasi pihak POMAL Lantamal XIII Tarakan. (*)

Aksi Aliansi Masyarakat Kecil, Ingatkan PDAM Tidak Berbisnis
TMMD ke-130 Kodim Tarakan Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni Milik Warga Pamusian
Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh Signifikan di Atas 25 Persen
Pemprov Diminta Lakukan Penanganan Inflasi
Bakal Bangun Persemaian Modern Pertama di Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?