By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Rahmawati Zainal: Evaluasi Tambang Nikel Penting Demi Menyelamatkan Ekowisata Raja Ampat
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Parlementer

Rahmawati Zainal: Evaluasi Tambang Nikel Penting Demi Menyelamatkan Ekowisata Raja Ampat

Redaksi
Last updated: 6 Juni 2025 23:27
Redaksi
Published: 6 Juni 2025
Share
SHARE

Tanjung Selor, 5 Juni 2025 — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rahmawati Zainal, menyampaikan sikap tegas agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya. Menurutnya, keberadaan tambang di kawasan konservasi tersebut mengancam masa depan pariwisata berkelanjutan di kawasan yang dikenal sebagai destinasi ekowisata dunia.

“Sebagai anggota Komisi VII yang membidangi sektor pariwisata, saya menilai penting dilakukan langkah tegas dan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas tambang di Raja Ampat. Kawasan ini adalah warisan alam dunia yang potensi ekonominya paling besar ada pada sektor pariwisata berkelanjutan, bukan eksploitasi tambang,” ujar Rahmawati dalam keterangannya dari Tanjung Selor.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Rahmawati menyoroti ancaman kerusakan di lima pulau kecil: Gag, Kawe, Manuran, Batang Pele, dan Manyaifun, lokasi operasi beberapa perusahaan tambang nikel. Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, aktivitas pertambangan di pulau kecil hanya diperbolehkan dengan pembatasan ketat dan prinsip kehati-hatian tinggi.

“Jika Raja Ampat rusak, kita kehilangan aset pariwisata yang tak tergantikan. Ekonomi dari sektor wisata berkelanjutan jauh lebih besar dan berjangka panjang dibanding keuntungan jangka pendek dari tambang,” tegasnya.

Sikap ini sejalan dengan Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, hilirisasi industri strategis seperti nikel harus dilakukan secara bertanggung jawab, terutama di kawasan sensitif seperti Raja Ampat.

Rahmawati menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan—pemerintah pusat, daerah, masyarakat adat, dan pelaku usaha—untuk bersama-sama menjaga kelestarian Raja Ampat sebagai kekayaan bangsa dan dunia.

Soroti Persoalan Anak, Komite III DPD-RI dan Menteri PPPA Gelar Pertemuan
Nunukan siap Akses Data Via Sidaracantik
Rahmawati Zainal Ajak Masyarakat Tanjung Selor Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI
Sambangi Kaltara, Lebih Dari 3 Ribu Beasiswa KIP dan PIP disalurkan
DPRD Kaltara Terus Perjuangkan PPPK
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?