BorneoNewsJournalist.co.id, Tarakan, – Antrean panjang untuk mendapatkan tiket pesawat subsidi Susi Air rute Tarakan–Long Bawan, Krayan, kembali menjadi keluhan warga. Banyak warga pedalaman, terutama dari wilayah perbatasan seperti Krayan, harus menunggu berbulan-bulan hanya demi satu tiket pulang ke kampung halaman.

Setiap kali loket tiket dibuka, antrean langsung mengular. Penumpang yang didominasi warga Krayan menumpuk dan berebut peluang untuk bisa kembali ke kampung. Namun, keterbatasan jadwal penerbangan dan jumlah armada membuat banyak dari mereka harus kecewa pulang tanpa tiket.

“Saya datang ke Tarakan untuk berobat. Tapi untuk pulang ke kampung, sangat sulit dapat tiket. Ini sudah kelima kalinya saya antre, tapi tetap tidak dapat,” keluh Anderias, warga Long Midan, Krayan, saat ditemui di loket tiket Susi Air.
Ia menambahkan, kesulitan ini bukan hanya dialami dirinya, melainkan juga oleh hampir semua warga Krayan atau masyarakat luar yang hendak masuk ke wilayah perbatasan tersebut.
“Semoga pemerintah bisa melihat kondisi kami di perbatasan. Minimal ada penambahan jadwal penerbangan, atau penambahan maskapai yang bisa melayani rute ke pedalaman seperti Krayan,” harapnya.
Masalah akses transportasi udara memang menjadi salah satu persoalan utama masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia, terutama di Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Minimnya infrastruktur jalan darat membuat pesawat menjadi satu-satunya akses utama keluar-masuk wilayah tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun maskapai terkait kemungkinan penambahan jadwal atau solusi lain untuk mengatasi masalah ini.




