By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Pemangkasan DBH Ancam Pembangunan Kaltim, Alumni PMII Gelar Diskusi Publik Bahas Keadilan Fiskal
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Zona Borneo

Pemangkasan DBH Ancam Pembangunan Kaltim, Alumni PMII Gelar Diskusi Publik Bahas Keadilan Fiskal

Redaksi
Last updated: 5 Oktober 2025 14:07
Redaksi
Published: 5 Oktober 2025
Share
SHARE

Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat sebagai salah satu penyumbang pendapatan negara terbesar, dengan alokasi dana APBN 2025 mencapai lebih dari Rp58 triliun. Namun, kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) hingga 78 persen dinilai menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pembangunan di daerah penghasil minyak dan gas bumi tersebut.

Berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026, belanja Kaltim ditetapkan sebesar Rp21,74 triliun dengan transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp9,3 triliun. Dari jumlah itu, DBH yang semula diharapkan sebesar Rp6,9 triliun terancam hanya tersisa Rp1,5 triliun pasca-pemangkasan. Artinya, Kaltim berpotensi kehilangan lebih dari Rp5,4 triliun dana pembangunan.

Menanggapi kondisi tersebut, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar diskusi publik bertema “Keadilan Fiskal untuk Kaltim” pada Minggu, 5 Oktober 2025, di Graha Pergerakan, Jl. HM Rifaadin, Samarinda.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin, legislator Kukar Desman Minang, akademisi Universitas Mulawarman Ridwan Idris, pegiat kebijakan publik Asman Azis, dan Ketua TWAP Samarinda Syaparuddin.

Sekretaris Alumni PMII, Rusdiono, menegaskan bahwa DBH seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah penghasil, bukan justru dikurangi secara drastis.

“Kami ingin memastikan DBH benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kaltim. Karena itu, kami menginisiasi diskusi publik bertema keadilan fiskal,” ujarnya.

 

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya membahas keadilan pembagian hasil pertambangan, minyak, dan gas, tetapi juga akan mendorong peningkatan pendapatan asli daerah melalui pajak dan kebijakan fiskal yang lebih adil.

“Kami berharap forum ini dapat melahirkan seruan kolektif bagi Pemprov Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota untuk memperjuangkan hak-hak fiskal daerah,” tambah Rusdiono.

 

Ia juga mengundang masyarakat luas, khususnya alumni dan kader PMII, untuk turut hadir dalam agenda tersebut. Diskusi ini diharapkan menjadi ruang rutin bagi PMII membahas isu-isu strategis daerah, sekaligus memperkuat kesadaran bersama bahwa pembangunan di Kaltim memerlukan distribusi hasil yang berkeadilan.(*)

Reporter : Hendra Sitorus

Editor : Hendrik Hakun

Kurang dari 24 Jam, Polsek Pulau Derawan Ungkap Kasus Curanmor di Depan Masjid Al-Hikmah
Cekcok Rumah Tangga Berujung Tiga Nyawa Melayang di Segah
Kapolda Kaltim Jalin Kedekatan dengan Tokoh Adat Dayak, Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas yang Kondusif
400 Pramuka Penegak-Pandega Berkumpul di Berau, Konsolidasi Human Capital Kaltim Dimulai
Polsek Kelay Evakuasi Truk Fuso Bermuatan Besi yang Alami Kendala di Jalan Poros Berau–Samarinda
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?