By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Kasus Dugaan Pengeroyokan Ketua Kelompok Tani, Dua Anggota DPRD Bulungan Disebut Terlibat
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
BulunganHukum & KriminalKaltara

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ketua Kelompok Tani, Dua Anggota DPRD Bulungan Disebut Terlibat

Redaksi
Last updated: 13 November 2025 16:47
Redaksi
Published: 13 November 2025
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang Ketua Kelompok Tani di Tanjung Selor kini tengah diselidiki Polda Kalimantan Utara. Korban bernama AS, 38 tahun, warga Jalan Sabanar Lama, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polda Kaltara dengan nomor laporan STTLP/32/XI/2025/SPKT/POLDA KALTARA.

Insiden itu terjadi pada Rabu, (12/11/25), sekitar pukul 12.50 Wita, di Cafe Nara Gogi Yuk, Jalan Sabanar Lama, Tanjung Selor Hilir. Dalam laporannya, pelapor menyebut dirinya dikeroyok oleh lima orang diantaranya berinisial A, S, LB, K, H.B dan dua di antaranya diduga merupakan anggota DPRD Bulungan yang masih aktif.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Awalnya saya dipanggil ngopi oleh sekretaris kelompok tani. Tapi saya tidak tahu kalau ternyata ramai di lokasi, ada A, S, LB, K, H.B, ” ujar pelapor AS, Rabu (12/11/25).

AS yang dikenal aktif mengelola Kelompok Tani Telaga Bukit Bulungan itu mengaku datang ke kafe untuk berdiskusi soal lahan pertanian. Namun suasana pertemuan berubah ricuh begitu ia tiba.

“Saya tiba sekitar jam satu siang, masuk dan duduk. Kami baru mulai bicara soal kelompok tani, tiba-tiba saya langsung dipukul oleh A dan disusul pemukulan oleh teman-temannya,” katanya.

Akibat pengeroyokan itu, AS mengalami luka di bagian bibir, memar di pipi, dan benjol di kepala. “Saya sudah visum di rumah sakit didampingi tim Inafis Polda Kaltara. Dalam kejadian ini, saya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, apalagi ada dua oknum anggota DPRD Bulungan yang ikut melakukan pemukulan,” pungkasnya.

Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari lembaga legislatif maupun kepolisian Polda Kaltara terkait dugaan keterlibatan dua anggota DPRD Bulungan periode 2024-2029 dalam kasus pengeroyokan buruh tani.  (**)

Usung Cita Rasa Tradisional, Cabai Kampung Kita Target Tembus Pasar Kuliner Nasional dari Tarakan
Paparkan 10 Program Prioritas di Hadapan Senator
Menyamar Jadi Petugas Servis Mesin Cuci, Maling ini Bawa Kabur Duit Korbannya
Selama Bulan Desember, Gelombang Air Laut Diprediksi Stabil
Polsek Tarakan Barat Gelar Jumat Berkah, Ratusan Kotak Makanan Dibagikan ke Warga
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?