By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Kumuh, UPT Rusunawa Akui Tidak Ada Biaya Operasional Perawatan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Kumuh, UPT Rusunawa Akui Tidak Ada Biaya Operasional Perawatan

Redaksi
Last updated: 14 September 2021 00:16
Redaksi
Published: 13 September 2021
Share
SHARE

TARAKAN – Kepala UPT Rusunawa dan Rusus, Sahida mengakui sejak resmi digunakan beberapa tahun lalu, kini Kondisi Rusunawa yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa Kelurahan Pamusian, mengalami banyak kerusakan pada infrastruktur.

Ia mengungkapkan jika saat ini kondisi Rusunawa memang berada di posisi yang sulit karena minimnya operasional. Sehingga dengan kondisi tersebut membuat pihaknya tidak dapat berbuat banyak.

“Saat ini memang dalam kondisi yang sulit. Karena ini memang tidak ada biaya oprasionalnya, jadi kami disini berusaha kerjakan sama-sama,”ujarnya, (13/09).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Meski pendapatan Rusunawa setiap tahunnya tidak dapat dikatakan kecil, namun hal itu tidak berdampak besar pada perbaikan bangunan dan fasilitas rusus lainnya. Kendati begitu, pihak UPT tidak dapat memanfaatkannya guna melakukan perbaikan sendiri mengingat harus menyetorkan hasil tersebut sebagai  Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pendapatan setiap tahun berbeda-beda, tahun lalu lebih dari Rp1 miliar. Di tahun ini,  UPT menargetkan PAD Rp929 juta. Bahkan di bulan Agustus ini saja sudah mencapai lebih dari Rp600 juta atau 60 persen dari target,”tukasnya.

“Kalau masalah perbaikan, kebetulan kita di Rusunawa disini kita tidak ada ditunjang biaya oprasional, jadi selama ini menyumbang pendapatan sih sebenarnya dan cukup mencapai target juga,” sambungnya.

Akibat tidak ditunjangnya biaya perbaikan, alhasil pihak pengelola tidak dapat berbuat banyak dengan semakin banyaknya fasilitas yang rusak. Belum lagi, persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, membuat perawatan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

“Memang, revitalisasi harus segera dilakukan tapi mau bagaimana lagi. Sedangkan petugas saja kami terbatas, kami memiliki dua cleaning service (CS) sementara rusun ini 5 lantai dan ada 2 bangunan. Jadi, banyak fasilitas tidak bisa dijangkau,”bebernya.

Lanjutnya, adapun perawatan gedung yang hingga saat ini cukup sulit dilakukan. Salah satunya ialah memperbarui warna gedung yang telah nampak usang. Namun, karena biaya yang dibutukan cukup besar maka pihaknya belum dapat melakukannya.
Belum lagi, persoalan banyaknya ruangan yang telah rusak serta atap yang bocor. Dengan kondisi itu, membuat lebih dari 50 persen ruangan pada rusunawa tidak dapat disewakan.

“Contohnya biaya CAT bangunan untuk dua TB ini bisa saja menghabiskan Rp 200 juta kami perlu untuk biaya oprasionalnya. Kalau uangnya tidak ada bagaimana mau dikerjakan,” tuturnya..

Diterangkannya, adapun biaya sewa Rusunawa telah diatur dalam Perwali Nomor 16 Tahun 2015 pun dengan Rusus Perwali Nomor 2 Tahun 2020. Sehingga pihaknya berharap pemerintah kota dapat mengalokasikan anggaran dari hasil retribusi untuk melakukan perbaikan pada fasilitas yang rusak.

Rahmawati Dorong Pembentukan Forum CSR Kota Tarakan untuk Percepatan Pembangunan
MEMBLUDAK.. Puluhan Ribu Warga & Tokoh Masyarakat Malinau Hadiri Acara ZIAP | 2 Periode Menghitung Hari
Tunggu Keputusan Pusat, MASWing Belum Kembali Buka Rute Tarakan – Tawau
Porwakot I Tarakan Resmi Digelar, Cabor Bulutangkis Jadi Pembuka
Polisi Pastikan Dugaan Begal di Tarakan Laporan Palsu, Ormas Minta Pelaku Diproses Hukum
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?