Tarakan, 10 Maret 2026 – Seratus perempuan pengusaha kecil berkumpul di Aula Kantor Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan, dalam sebuah ruang belajar yang sederhana namun penuh semangat. Mereka hadir tidak hanya untuk menyimak materi, tetapi juga saling berbagi pengalaman dalam menjalankan usaha yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Melalui kegiatan literasi kewirausahaan yang digelar oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tarakan, para nasabah didorong untuk semakin percaya diri dalam mengelola usaha sekaligus memperkuat pemahaman dalam mengatur keuangan secara lebih bijak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam pelaksanaannya di Provinsi Kalimantan Utara, PNM berperan sebagai koordinator kegiatan dengan melibatkan berbagai kolaborator seperti Bank Central Asia (BCA), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta dukungan dari Bank Indonesia (BI). Beragam materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan keluarga, pemanfaatan layanan perbankan, hingga peningkatan kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.

Melalui kegiatan ini, pendekatan pemberdayaan yang dijalankan PNM kembali menegaskan bahwa dukungan bagi perempuan pengusaha tidak hanya terbatas pada akses modal finansial, tetapi juga diperkuat melalui modal sosial dan intelektual. Berbagai pelatihan peningkatan kapasitas usaha menjadi bagian penting dari model bisnis pemberdayaan yang dijalankan, sehingga para nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga ruang belajar, pendampingan, serta jejaring yang saling menguatkan. Dengan bekal tersebut, para perempuan pengusaha UMKM diharapkan mampu mengembangkan usaha yang lebih tangguh sekaligus menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka.

Salah satu peserta pelatihan, pengusaha makanan ringan di Tarakan, mengaku kegiatan ini memberinya pemahaman baru dalam mengelola usaha dan keuangan keluarga. “Kami jadi lebih paham bagaimana mengatur keuangan usaha dan juga lebih waspada terhadap pinjaman online atau investasi yang tidak jelas. Pelatihan seperti ini sangat membantu kami para ibu yang sedang berusaha mengembangkan usaha,” ujarnya.
Pemimpin Cabang PNM Tarakan, Iwan Razak, menyampaikan bahwa pemberdayaan yang dijalankan tidak hanya berhenti pada pemberian pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan dan ruang belajar bagi para nasabah. “Kami percaya bahwa kekuatan usaha para ibu tidak hanya dibangun dari modal finansial, tetapi juga dari pengetahuan, kepercayaan diri, dan dukungan lingkungan di sekitarnya. Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin para nasabah merasa semakin percaya diri dalam mengelola usaha, saling belajar satu sama lain, dan terus melangkah maju membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka,” ujar Iwan.




