Bahaya Benang Layangan Ancam Pengguna Jalan, Siswa SMK di Tarakan Nyaris Kehilangan Lima Jari

Redaksi

TARAKAN – Bahaya benang layangan kembali memakan korban di Kota Tarakan. Seorang pelajar bernama Nauval (17), siswa kelas 1 SMK Negeri 1 Tarakan, mengalami luka serius setelah diduga terkena benang layangan saat melintas di jalan raya di wilayah Jalan Sebengkok Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, bersama ibunya, Rabu malam (20/5/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Jalan Nasibengkok, tepatnya di sekitar samping Indomaret dekat masjid kecil di wilayah Tarakan Tengah. Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor dan melintas di lokasi kejadian ketika tiba-tiba benang layangan mengenai bagian wajahnya.

Akibat insiden tersebut, Nauval kehilangan kendali atas sepeda motornya hingga oleng dan menabrak tembok di sekitar lokasi. Benturan keras membuat korban mengalami luka serius pada beberapa bagian tubuh.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ibu korban menuturkan, luka paling parah dialami anaknya pada tangan kiri, di mana lima jari dilaporkan nyaris putus akibat sobekan cukup dalam. Selain itu, korban juga mengalami luka di bagian wajah, tepat di bawah hidung, yang harus mendapatkan penanganan medis intensif dengan total sekitar 20 jahitan.

“Benang layangan itu tiba-tiba mengenai wajah anak saya saat melintas. Setelah itu dia langsung oleng dan menabrak tembok. Tangannya sobek parah, pembuluh darah di jempol sampai keluar darah deras,” ungkap ibu korban.

Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat di Karsa. Namun karena keterbatasan alat medis, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit umum untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Keluarga korban berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta pemerintah serta pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas bermain layangan yang membahayakan pengguna jalan.

“Cukup anak saya yang jadi korban terakhir. Jangan sampai ada korban berikutnya. Sebelumnya juga sudah banyak warga, termasuk ibu-ibu, yang terkena benang layangan,” ujarnya.

Korban diketahui merupakan warga Gang Bubuhan, RT 14, Kelurahan Tarakan Tengah. Keluarga mengaku beruntung karena biaya pengobatan korban dapat terbantu melalui program BPJS Kesehatan.

Masyarakat pun berharap aparat terkait bersama pemerintah daerah segera melakukan pengawasan dan penertiban terhadap penggunaan benang layangan berbahaya sebelum kembali menimbulkan korban jiwa maupun luka serius di Kota Tarakan.(****)

Share This Article