TARAKAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Karanganyar, Kota Tarakan, melaksanakan pemotongan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Nur Hasan, Rabu (27/5/2026).

Ketua panitia kurban, Ahmad Daud, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Total hewan yang disembelih mencapai 50 ekor sapi dan 8 ekor kambing.
“Alhamdulillah tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Total ada 50 sapi dan 8 kambing yang dipotong,” ujar Ahmad Daud.
Ia menjelaskan, seluruh hewan kurban berasal dari warga LDII yang berada di Kelurahan Karanganyar. Salah satu sapi kurban jenis limosin bahkan memiliki bobot sekitar 800 kilogram dengan harga mencapai Rp80 juta.
Dalam proses pembagian daging kurban, panitia menerapkan sistem berbeda dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini pembagian dilakukan tanpa menggunakan kupon guna menghindari penumpukan dan antrean panjang.
“Kami evaluasi dari tahun lalu. Sekarang tidak pakai kupon lagi, siapa yang datang dan antre dengan tertib insya Allah dapat,” katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil setelah adanya evaluasi terkait penggunaan kupon yang dinilai kurang efektif. Selain itu, panitia juga ingin mengurangi risiko kelelahan masyarakat saat mengantre.
Pembagian daging kurban ditujukan untuk seluruh masyarakat Karanganyar tanpa syarat khusus. Warga hanya diminta datang dan mengikuti antrean secara tertib.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, panitia berkoordinasi dengan Senkom Mitra Polri dan Polsek Tarakan Barat.
“Insya Allah sudah kami koordinasikan dengan pihak keamanan agar pelaksanaan tetap kondusif,” tambahnya.
Panitia menargetkan sekitar 1.500 paket daging kurban dapat dibagikan kepada masyarakat setelah Salat Asar. Seluruh proses penyembelihan dan distribusi daging ditargetkan selesai dalam satu hari.
Ahmad Daud menambahkan, proses penyembelihan tahun ini juga lebih cepat dan efisien karena penggunaan alat penyangga khusus yang telah digunakan selama empat tahun terakhir.
“Sekarang lebih praktis. Sekali proses bisa empat ekor sapi sekaligus,” pungkasnya.(****)




