FORTASI SMP Muhammadiyah 2 Tarakan Tanamkan Karakter dan Ciptakan Sekolah sebagai “Rumah Kedua”

Redaksi

TARAKAN – SMP Muhammadiyah 2 (SMP Muda) Tarakan menggelar Forum Ta’aruf dan Orientasi (FORTASI) sebagai langkah awal menyambut peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang diprakarsai Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 2 Tarakan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Sebanyak 81 peserta mengikuti FORTASI, terdiri atas 39 siswa laki-laki dan 42 siswa perempuan. Selain itu, terdapat sejumlah siswa yang kembali mengikuti kegiatan karena belum dinyatakan lulus FORTASI pada tahun sebelumnya.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Tarakan, Juanda, mengatakan FORTASI dirancang untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun rasa nyaman sehingga sekolah dapat menjadi “rumah kedua” bagi seluruh siswa.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Saya berharap melalui FORTASI ini seluruh siswa dapat saling mengenal dan merasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Penggunaan papan nama berukuran besar juga bertujuan memudahkan siswa saling mengenal dalam waktu singkat sehingga tercipta suasana yang akrab,” ujarnya.

Menurut Juanda, masa peralihan dari jenjang sekolah dasar ke sekolah menengah pertama merupakan fase penting yang membutuhkan pendampingan. Karena itu, sekolah menghadirkan berbagai program pembiasaan untuk membentuk karakter dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

Program tersebut di antaranya pembiasaan salat Dhuha, kultum setelah salat Zuhur, serta latihan berbicara di depan umum. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, disiplin, serta berakhlak mulia.

Juanda juga menegaskan bahwa FORTASI merupakan bagian penting dari proses pembinaan siswa. Setiap peserta akan memperoleh sertifikat sebagai bukti telah mengikuti dan menyelesaikan kegiatan, yang nantinya menjadi salah satu persyaratan administrasi kelulusan.

“FORTASI bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter siswa selama menempuh pendidikan di sekolah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia FORTASI, Nada, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan difokuskan untuk membantu siswa memahami budaya sekolah, tata tertib, serta membangun ukhuwah atau persaudaraan antarpeserta didik.

Di sisi lain, Ketua PR IPM SMP Muhammadiyah 2 Tarakan, Gathan, mengajak seluruh peserta menjadikan FORTASI sebagai awal perjalanan meraih prestasi.

“Kami berharap seluruh peserta tetap semangat mengikuti setiap kegiatan. Jadikan FORTASI sebagai langkah awal untuk meraih prestasi, menimba ilmu yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan Persyarikatan Muhammadiyah,” katanya.

Melalui pendekatan yang humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter, SMP Muhammadiyah 2 Tarakan berharap FORTASI mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus membentuk generasi yang berprestasi, percaya diri, serta memiliki karakter Islami yang kuat. (****)

Share This Article