By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: SMPN 1 Tarakan Gelar Talkshow “Gen Alpa Guard”, Perkuat Peran Orang Tua Bentengi Remaja dari Penyimpangan Sosial Era Digital
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPendidikanTarakan

SMPN 1 Tarakan Gelar Talkshow “Gen Alpa Guard”, Perkuat Peran Orang Tua Bentengi Remaja dari Penyimpangan Sosial Era Digital

Redaksi
Last updated: 1 Agustus 2026 10:23
Redaksi
Published: 1 Agustus 2026
Share
SHARE

TARAKAN – SMP Negeri 1 Kota Tarakan menggelar Talkshow “Gen Alpa Guard” dengan mengusung tema “Membentengi Karakter Remaja dari Penyimpangan Sosial di Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 SMP Negeri 1 Tarakan, Sabtu (1/8/2026), diikuti oleh para orang tua dan wali murid kelas VII sebagai upaya memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membina karakter generasi muda.

Kepala SMP Negeri 1 Tarakan, Moh. Rachmat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan wali murid yang telah hadir. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam memberikan edukasi kepada para peserta.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Peran orang tua sangat penting dalam membangun karakter anak. Kami berharap melalui kegiatan ini terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara sekolah, keluarga, dan berbagai pihak dalam mendampingi perkembangan peserta didik di era digital,” ujarnya.

Talkshow tersebut menghadirkan lima narasumber dari berbagai latar belakang profesi yang membahas persoalan pengasuhan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak.

Psikolog Fanny Sumajauw membuka sesi materi dengan membahas pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja di tengah derasnya arus informasi digital.

Sementara itu, Ustaz Dr. Fahmi Syam, Ketua I MUI Kota Tarakan, memaparkan materi bertajuk “Remaja dan Penyimpangan Sosial dalam Perspektif Islam”. Ia menekankan bahwa Islam telah memberikan prinsip-prinsip yang dapat menjadi pedoman bagi generasi muda dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.

Menurutnya, remaja harus mampu menjadi generasi Muslim yang cerdas, berkarakter, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di dunia digital. Ia menutup pemaparannya dengan pesan bahwa “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Perwakilan Dinas Pendidikan yang juga menjadi narasumber, Ustaz Kamal, menyampaikan materi dari perspektif hukum dan pendidikan. Ia menegaskan bahwa lingkungan keluarga dan sekolah harus membangun kolaborasi yang erat dalam mengawasi perkembangan anak.

Menurutnya, pengawasan terhadap perilaku anak sejak dini sangat penting agar mereka tidak terjerumus dalam berbagai bentuk penyimpangan perilaku maupun pergaulan yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan mereka.

Selanjutnya, dr. Jumiati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DP3AP2KB Kota Tarakan, mengingatkan pentingnya meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap anak, terutama di tengah semakin kompleksnya tantangan sosial yang dihadapi generasi muda.

Adapun pemateri terakhir dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Indah, mengangkat materi mengenai kesehatan reproduksi remaja dan bahaya pergaulan bebas. Ia mengingatkan bahwa kurangnya pengawasan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk infeksi HIV.

Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa di Kota Tarakan terdapat kasus remaja berusia 14 tahun yang telah terinfeksi HIV, yang diduga berkaitan dengan perilaku berisiko. Kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya edukasi kesehatan, komunikasi terbuka dalam keluarga, serta pengawasan orang tua terhadap aktivitas dan pergaulan anak.

Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 1 Tarakan berharap seluruh orang tua semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter, moral, serta kesehatan mental dan sosial anak, sehingga mampu mencetak generasi yang berakhlak, cerdas, dan siap menghadapi tantangan di era digital. (BNJ)

KKST Kalimantan Utara Ucapkan Selamat Memperingati Isra Mi’raj 1447 H
Sambangi Pelaku UMKM, Wagub Tekankan Penggunaan Bahan Pangan Lokal
Rahmawati Cup 2K25 Berakhir, Gubernur Zainal Puji Talenta Atlet Lokal Kaltara
Keluarga Gorontalo Tarakan Berbagi 1.000 Kotak Takjil, Jufri Budiman: Wujud Kepedulian di Tanah Perantauan
Gubernur Kaltara Respons Aspirasi Mahasiswa di Makassar, Siap Cari Solusi Rumah Singgah
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?