TARAKAN – Ir. Hj. Nany Hayati mengakhiri masa kepemimpinannya sebagai Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Tarakan periode 2021-2026. Selama lima tahun memimpin, ia dinilai berhasil mendorong IWSS menjadi organisasi perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial sekaligus memperkuat persatuan warga asal Sulawesi Selatan di Kota Tarakan.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan terus dilakukan. Bahkan, organisasi tersebut tetap berupaya menjalankan kegiatan di tengah keterbatasan selama pandemi Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Nany Hayati saat pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-5 IWSS Kota Tarakan yang digelar pada Minggu, 6 September 2026.
Nany mengatakan, pelaksanaan Muscab ke-5 berjalan lancar dan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kepengurusan selama lima tahun sekaligus menentukan ketua baru.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Ini masih sesi pembukaan dan nantinya ada sidang pleno pertama, kedua, dan ketiga. Pleno ketiga intinya adalah pemilihan ketua yang baru,” ujar Nany.
Ia menjelaskan, dalam pleno pertama agenda yang dibahas di antaranya pembacaan tata tertib Muscab. Selanjutnya, pleno kedua membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan selama lima tahun terakhir.
Terkait kemungkinan kembali memimpin IWSS, Nany menyebut dirinya baru menjalani satu periode kepemimpinan. Namun, keputusan mengenai kepengurusan selanjutnya sepenuhnya bergantung pada proses pemilihan dalam Muscab.
“Saya baru satu periode. Insyaallah nanti kita lihat,” katanya.
Kompak dan Aktif dalam Kegiatan Sosial
Nany mengaku selama memimpin IWSS tidak banyak mengalami kendala berarti. Menurutnya, salah satu hal yang paling berkesan adalah kekompakan para anggota dalam menjalankan berbagai program organisasi.
“Kalau dukanya tidak ada, tapi sukanya alhamdulillah kami di IWSS itu kompak. Walaupun kadang ada salah paham, setelah itu kami rapat, bermusyawarah, kemudian kembali bersatu,” tuturnya.
Kekompakan tersebut, kata Nany, juga terlihat dari tingginya partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan organisasi.
Ia menyebut jumlah pengurus IWSS hampir mencapai 100 orang. Sementara jika dihimpun melalui jaringan komunikasi organisasi, jumlah anggota yang tergabung dalam grup WhatsApp mencapai sekitar 500 orang.
Bahkan, dalam sejumlah kegiatan dan pertemuan, jumlah peserta yang hadir dapat mencapai ratusan orang.
Aktivitas sosial IWSS juga tetap berjalan ketika pandemi Covid-19. Salah satunya melalui pembagian masker serta kegiatan vaksinasi yang dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN).
“Kegiatan kami tidak boleh dikurangi. Saat Covid-19, kami sempat bekerja sama dengan BIN dalam pembagian masker dan vaksinasi. Ada beberapa lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.
Lima Calon Ketua Bertarung dalam Muscab ke-5
Muscab ke-5 IWSS Kota Tarakan juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi. Dalam proses pemilihan, terdapat lima nama yang masuk dalam bursa calon ketua.
Nany menyebut sejumlah nama yang mencuat, di antaranya Hj. Mari, Hj. Wahida, Hj. Hawa, Hj. Sri, serta dirinya.
Ia berharap proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan tetap menjaga persatuan serta kekompakan seluruh anggota IWSS.
“Harapan saya untuk Muscab kelima ini, siapapun yang terpilih bisa mengayomi IWSS lebih baik lagi dan bisa lebih baik dari kepengurusan saya sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Nany, IWSS memiliki peran strategis sebagai wadah berkumpul dan mempererat silaturahmi masyarakat asal Sulawesi Selatan yang berada di perantauan, termasuk di Kota Tarakan.
“Karena IWSS ini tempatnya wadah berkumpulnya orang-orang Sulawesi Selatan yang merantau. Bukan hanya yang ada di Sulawesi, tetapi ini wadah untuk orang-orang yang merantau di luar Sulawesi,” pungkasnya. (****)




