Pernikahan Dua Dokter Muda di Tarakan Jadi Sorotan, Uang Panai Rp600 Juta dan Rumah Rp1,6 Miliar

Redaksi

TARAKAN – Pernikahan dua dokter, dr. Vebriadam Syahputra Taufik dan dr. Nurul Magfirah, menjadi perhatian setelah keluarga mempelai pria menyiapkan uang panai sebesar Rp600 juta serta sebuah rumah senilai sekitar Rp1,6 miliar.

Jika digabungkan, nilai uang panai dan hadiah rumah tersebut mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Pernikahan keduanya dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Vebriadam merupakan putra Arfan Tauviq Arsyad dan Sri R, sementara Nurul Magfirah merupakan putri Burhan dan Sukma Wati.

Keduanya bukan pasangan yang baru saling mengenal. Hubungan mereka telah terjalin sejak duduk di bangku SMA. Setelah itu, keduanya melanjutkan pendidikan di Makassar hingga akhirnya memutuskan untuk membangun rumah tangga.

Menjelang hari pernikahan, keluarga besar kedua mempelai melaksanakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian adat, yakni prosesi lamaran sekaligus penyerahan uang panai atau jujuran.

Kakek mempelai pria, Iskandar, mengatakan kedatangan keluarga tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pemenuhan kesepakatan yang telah dibicarakan bersama keluarga mempelai perempuan.

“Kita mau mengantar cucu, dr. Vebriadam, yang akan menikah dengan dr. Nurul Magfirah. Kita melamar sekaligus mengantar jujuran,” kata Iskandar.

Uang Panai Rp600 Juta, Rumah Rp1,6 Miliar

Iskandar menjelaskan, nominal uang panai sebesar Rp600 juta bukan ditetapkan berdasarkan filosofi atau simbol angka tertentu.

Menurut dia, jumlah tersebut merupakan hasil pembicaraan dan kesepakatan antara kedua keluarga.

“Sebenarnya tidak ada filosofinya. Istilahnya ada pertemuan antara keluarga perempuan dan laki-laki, kemudian kita sepakati. Uang tunainya Rp600 juta dan rumah Rp1,6 miliar itu hadiah dari orang tua laki-laki kepada anak,” jelasnya.

Rumah tersebut diberikan sebagai hadiah dari orang tua mempelai pria kepada kedua anaknya dan direncanakan menjadi tempat tinggal Vebriadam dan Nurul setelah menikah di Makassar.

Perwakilan keluarga mempelai pria, Muhammad Astra MKN, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi bagian dari tradisi pernikahan masyarakat Sulawesi Selatan.

Menurutnya, nominal uang panai tersebut menarik perhatian karena kedua calon mempelai sama-sama berprofesi sebagai dokter.

“Ini merupakan momen yang luar biasa terkait dengan uang mahar atau uang panai. Dengan jumlah Rp600 juta ditambah rumah, tentu sudah luar biasa. Apalagi yang kita dengar, profesinya dokter dan dua-duanya dokter,” ujar Astra.

Uang Panai Berbeda dengan Mahar

Astra menjelaskan, uang panai merupakan bagian dari tradisi masyarakat Sulawesi Selatan dan memiliki kedudukan berbeda dengan mahar dalam akad nikah.

Mahar diberikan dalam prosesi ijab kabul, sedangkan uang panai merupakan bagian dari rangkaian adat pernikahan yang disepakati oleh kedua keluarga.

“Uang panai ini bagian dari tradisi Sulawesi Selatan. Suatu keharusan, harus ada. Jadi selain pada saat ijab kabul ada namanya mahar, uang panai beda lagi. Tersendiri dia,” katanya.

Ia menambahkan, tidak ada nominal baku dalam menentukan uang panai. Besarannya dapat berbeda antara satu keluarga dengan keluarga lainnya, tergantung kesepakatan serta berbagai pertimbangan yang ada.

“Tiap-tiap keluarga kan beda-beda ukurannya. Ada keluarganya yang mampu mungkin harganya lebih mahal. Apalagi misalnya yang dilamar ini dokter, mungkin harganya agak tinggi,” ujar Astra.

Berawal dari Teman SMA

Di balik kesepakatan adat tersebut, Vebriadam dan Nurul memiliki perjalanan hubungan yang cukup panjang.

Keduanya telah berteman sejak SMA dan kemudian melanjutkan pendidikan di Makassar. Setelah menyelesaikan pendidikan, hubungan tersebut berlanjut hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk menikah.

Astra menyebut kedua calon mempelai kini berusia sekitar 30 tahun dan perjalanan pendidikan keduanya hampir selalu berjalan beriringan.

“Mereka teman SMA. Kemudian kuliah sama-sama di Makassar, selesai baru mereka berjanji untuk menikah,” tuturnya.

 

Untuk kehidupan setelah menikah, termasuk pilihan tempat tinggal maupun perjalanan karier, keluarga menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada kedua mempelai.

Keluarga berharap pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 tersebut menjadi awal yang baik bagi kehidupan Vebriadam dan Nurul sebagai pasangan suami istri.

Sebab, menurut Astra, rangkaian adat dan pesta pernikahan pada akhirnya hanyalah bagian awal sebelum keduanya menjalani kehidupan rumah tangga.

“Setiap keluarga tentu punya harapan. Yang jelas sama-sama untuk ke depan. Karena perjalanan kehidupan itu kita tidak tahu. Semoga menjadi awal yang baik,” pungkas Astra. (****)

 

 

Share This Article