PENA Kaltara Siapkan Road to Cafe Free Fire Community Tournament

Redaksi

TANJUNG SELOR – PENA Kaltara menyiapkan program perdana Road to Cafe – Free Fire Community Tournament sebagai wadah bagi pemain dan komunitas Free Fire di Kalimantan Utara untuk berkompetisi sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas.

Turnamen esports tersebut mengusung tema “Satukan Komunitas, Tunjukkan Skill, Raih Booyah”. Kegiatan tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi para pemain dan komunitas Free Fire di Kaltara.

Direktur Utama PENA Kaltara, Rachmad Rhomadhani, S.T., mengatakan kegiatan tersebut disiapkan seiring dengan perkembangan game online dan esports yang semakin luas di Indonesia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Perkembangan game online dan esports di Indonesia saat ini sangat pesat. Free Fire sendiri memiliki komunitas yang besar dan aktif. Selain kompetitif, game ini juga mudah dimainkan dan banyak diminati, terutama oleh generasi muda,” ujar Rachmad, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, potensi komunitas Free Fire di Kalimantan Utara juga cukup besar sehingga diperlukan ruang yang dapat mempertemukan pemain sekaligus mengembangkan potensi lokal.

“Di Kalimantan Utara sendiri terdapat banyak pemain dan komunitas Free Fire yang aktif. Potensi tersebut perlu didukung dengan hadirnya kegiatan yang mampu menjadi wadah untuk berkompetisi, bersilaturahmi, membangun komunitas, sekaligus mengembangkan potensi pemain lokal,” jelasnya.

PENA Kaltara menargetkan turnamen diikuti 32 hingga 64 tim. Pertandingan menggunakan format Squad, dengan setiap tim terdiri dari empat pemain utama dan maksimal satu pemain cadangan.

Jumlah peserta nantinya dapat disesuaikan dengan kapasitas venue dan sistem pertandingan yang diterapkan.

Berdasarkan jadwal yang disiapkan panitia, registrasi peserta berlangsung pada 15–26 September 2026, dilanjutkan technical meeting pada 27 September 2026. Sementara pertandingan atau match day dijadwalkan berlangsung pada 29–30 September 2026 secara offline di Beanladen.

Melalui konsep “Free Fire – More Than Just a Game”, program Road to Cafe juga diarahkan untuk menjadikan kafe sebagai ruang berkumpul komunitas, lokasi pertandingan, sekaligus tempat berinteraksi antara pemain, komunitas, penonton, pelaku usaha, sponsor, dan pihak-pihak yang mendukung perkembangan esports.

Rachmad berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan kompetisi dan juara, tetapi juga dapat memperkuat jejaring komunitas serta membuka ruang bagi pemain lokal untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga bisa menjadi tempat untuk mempererat hubungan antarkomunitas Free Fire. Dari sini, kami juga berharap muncul pemain-pemain lokal yang punya potensi dan bisa berkembang lebih jauh di dunia esports,” pungkasnya. (*****)

Share This Article