By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Wali Kota Tarakan Dorong Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Kehamilan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Wali Kota Tarakan Dorong Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Kehamilan

Redaksi
Last updated: 30 September 2026 17:33
Redaksi
Published: 30 September 2026
Share
SHARE

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan, bukan setelah bayi lahir.

Pesan tersebut disampaikan Khairul saat menghadiri Maternity Expo yang digelar Puskesmas Gunung Lingkas dan dihadiri sekitar 100 ibu hamil. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin sebagai langkah awal untuk mendeteksi berbagai risiko kesehatan ibu dan bayi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Khairul mengungkapkan, pandemi COVID-19 pada 2019–2020 sempat mengganggu aktivitas Posyandu dan pemeriksaan kehamilan. Kondisi tersebut, menurutnya, turut berpengaruh terhadap angka stunting di Tarakan yang ketika itu berada di kisaran 25 persen.

Saat ini, angka tersebut menunjukkan penurunan. Khairul menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, prevalensi stunting Tarakan melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) berada di kisaran 12 persen. Sementara berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM), angkanya sekitar 4 persen, sedangkan di wilayah Gunung Lingkas sekitar 4,2 persen.

“Kalau kita ingin menghasilkan generasi yang bagus, yang cerdas, yang hebat, yang unggul, dimulainya dari proses kehamilan. Kalau sudah lahir, tidak banyak lagi yang bisa dilakukan,” tegas Khairul.

Ia mengingatkan ibu hamil agar tidak menunda pemeriksaan hingga memasuki trimester akhir. Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali perlu dipenuhi untuk memastikan kondisi ibu dan janin terpantau dengan baik.

Menurut Khairul, pemeriksaan rutin memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi lebih awal berbagai risiko kehamilan, termasuk hipertensi dan komplikasi lainnya. Deteksi dini dinilai penting untuk menekan risiko terhadap keselamatan ibu dan bayi sekaligus mendukung upaya penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan stunting.

Khairul juga menekankan bahwa keberhasilan Maternity Expo tidak semata-mata dilihat dari pelaksanaan kegiatan, tetapi dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Bukan hanya seremoninya yang kita butuhkan, tetapi dampaknya. Kalau di sini terjadi zero kematian ibu, zero kematian bayi, dan tidak ada stunting, baru saya anggap berhasil,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari Puskesmas Gunung Lingkas, Pertamina Patra Niaga, BPJS Kesehatan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kader Posyandu hingga seluruh pihak yang terlibat.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus mempersiapkan generasi unggul Tarakan menuju Indonesia Emas 2045.

 

Masuki Hari Ketiga Lebaran, Arus Balik mulai Alami Peningkatan
Yamaha 2017 MotoGP bike launched with Rossi and Vinales
Tingkatkan Minat Baca, Perpustakaan Daerah Wacanakan Penggunaan Aplikasi Perpustakaan Digital
Tertimbun Tanah Galian, Seorang Lansia Berhasil Diselamatkan
Guru Besar Infokom Mengabdi: Prof. Sunardi Beri Pendampingan Pengembangan SDM dan Institusi di STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?