By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Pemkab Malinau Perkuat Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintahan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
MalinauPemerintahan

Pemkab Malinau Perkuat Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintahan

Redaksi
Last updated: 5 Oktober 2026 12:30
Redaksi
Published: 5 Oktober 2026
Share
SHARE

MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau memperkuat penerapan manajemen risiko dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui kegiatan Fasilitasi dan Pendampingan Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Bandiklat BKPSDM Malinau tersebut dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Francis, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H., mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam sambutannya, Francis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi, khususnya BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara yang memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Malinau dalam penerapan manajemen risiko.

Ia mengatakan, manajemen risiko merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan karena setiap program dan kegiatan memiliki potensi menghadapi berbagai kendala, baik yang berkaitan dengan kebijakan, keterbatasan sumber daya, administrasi maupun faktor lainnya.

“Manajemen risiko tidak boleh dipandang sebatas pemenuhan dokumen administrasi, tetapi harus menjadi bagian dari cara kerja setiap perangkat daerah,” ujar Francis.

Menurutnya, proses identifikasi risiko perlu dilakukan secara sistematis agar berbagai potensi masalah dapat diketahui sejak awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Francis juga menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dan bukan hanya menjadi tugas Inspektorat.

Karena itu, kepala perangkat daerah, sekretaris, kepala bidang, pejabat perencanaan hingga staf diharapkan terlibat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Melalui kegiatan fasilitasi dan pendampingan tersebut, Pemkab Malinau diharapkan mampu menerapkan manajemen risiko secara sederhana, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Penerapan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan tata kelola pemerintahan sekaligus membantu perangkat daerah dalam mengantisipasi berbagai risiko untuk mencapai tujuan pembangunan daerah.

 

Dihalangi Kelompok Mengatasnamakan Masyarakat, Proses Sita Eksekusi PN Tarakan Tertunda
Sambangi Korban Kebakaran di Desa Malinau Hilir, Gubernur Salurkan Bantuan
Grand Final Duta Wisata Indonesia ke-16, Dihadiri Gubernur Kaltara
Program Strategis Kunci Gubernur Zainal Turunkan Angka Kemiskinan
Wagub Apresiasi Kinerja TNI dalam Menjaga Stabilitas Negara
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?