MALINAU – Wakil Bupati Malinau, Jakaria, meninjau Pondok Pesantren Al-Khairat di RT 02, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kamis (22/10/2026), setelah kebakaran menghanguskan dua bangunan asrama, satu kantor administrasi, dan dua unit mobil minibus.
Dalam kunjungan tersebut, Jakaria didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Asisten I, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Wakil Kepala Polres Malinau.
Peninjauan dilakukan saat petugas menyelesaikan proses pendinginan setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 09.45 WITA.
Jakaria menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Malinau tersebut. Terlebih, kebakaran terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
Menurut Jakaria, keberadaan pesantren memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah sehingga pemulihan fasilitas yang terdampak perlu menjadi perhatian bersama.
“Kami berharap semua pihak dapat membantu meringankan beban yang dialami pihak pesantren. Pemerintah daerah juga akan berupaya mengambil bagian dalam membantu penanganan musibah ini,” ujarnya.
Pemda Upayakan Bantuan untuk Pemulihan Pesantren
Jakaria mengatakan pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan dengan mempertimbangkan kondisi dan ketersediaan anggaran, di tengah kebijakan efisiensi yang sedang berjalan.
Ia juga meminta Sekretaris Daerah mengoordinasikan langkah-langkah yang memungkinkan untuk membantu pemulihan fasilitas pesantren.
Menurutnya, penanganan perlu segera diupayakan karena bangunan asrama yang terbakar tidak dapat digunakan, sehingga kebutuhan tempat tinggal sementara para santri harus menjadi perhatian.
Jakaria berharap proses pemulihan dapat dilakukan dalam waktu dekat agar para santri dapat kembali menjalani kegiatan pendidikan dan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Ia turut mengajak masyarakat Muslim di Kabupaten Malinau untuk berpartisipasi membantu pesantren sesuai kemampuan masing-masing.
Dukungan bersama, menurutnya, diperlukan agar Pondok Pesantren Al-Khairat dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Kebakaran Terjadi Saat Peringatan Hari Santri
Berdasarkan keterangan tenaga pengajar Pondok Pesantren Al-Khairat, Indah Sari Wahyuni, S.Pd., kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang santri melihat kepulan asap dari area asrama.
Saat itu, para santri dan tenaga pengajar sedang mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional yang dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah.
Setelah mengetahui adanya asap, mereka menghentikan kegiatan dan berupaya memadamkan api serta menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dikeluarkan dari bangunan.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau menerima laporan pada pukul 08.16 WITA dan tiba di lokasi pukul 08.19 WITA.
Sebanyak 49 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi.
Laporan resmi menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang santri bernama Sandi Yoga mengalami luka ringan pada tangan dan kaki akibat pecahan kaca.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.
Bantuan dan Dukungan Diharapkan Berlanjut
Dalam penanganan pascakebakaran, Dinas Sosial Kabupaten Malinau dilaporkan menyerahkan bantuan kepada pihak pesantren.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban yang dihadapi pengelola pesantren, sembari mengupayakan langkah pemulihan terhadap fasilitas yang rusak.
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya dukungan lintas pihak terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan, termasuk pesantren yang berperan dalam pembinaan karakter dan pengembangan sumber daya manusia.
Pemerintah Kabupaten Malinau berharap Pondok Pesantren Al-Khairat dapat segera pulih sehingga para santri bisa kembali belajar dan beraktivitas dalam lingkungan yang aman dan layak.
Catatan redaksi: Nilai kerugian material belum dicantumkan karena belum tersedia data resmi. Penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. (****)




