By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: M4CR Salurkan Rp534 Juta untuk Lima Kelompok Usaha Pesisir, Dukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan Kaltara
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Kaltara

M4CR Salurkan Rp534 Juta untuk Lima Kelompok Usaha Pesisir, Dukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan Kaltara

Redaksi
Last updated: 2 November 2026 20:27
Redaksi
Published: 2 November 2026
Share
SHARE

KALIMANTAN UTARA – Pemulihan ekosistem mangrove harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Kementerian Kehutanan menyalurkan dukungan usaha produktif kepada lima kelompok masyarakat di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Dukungan tersebut diberikan melalui skema matching grant dengan total nilai sekitar Rp534 juta.

Bantuan ini ditujukan untuk membantu kelompok masyarakat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mulai dari pengolahan hasil perikanan, peternakan, hingga budidaya kepiting bakau.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Bantuan diberikan dalam bentuk sarana produksi, peralatan usaha, dan bahan baku sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) sekaligus Executive Director M4CR, Muhammad Zainal Arifin, menyampaikan bahwa penguatan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan rehabilitasi mangrove.

“Upaya pemulihan mangrove harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui dukungan usaha produktif, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghidupan yang dapat berkembang, sekaligus tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayahnya,” ujar Zainal.

Lima kelompok penerima bantuan tersebut terdiri atas UMKM Imbaya Bais yang mengembangkan produk stik tudai berbahan dasar kerang; Kelompok Wanita Tani Bepakot dengan produk sambal ikan asap dan bandeng tanpa duri; Kelompok Peternak Perintis yang menjalankan usaha ayam petelur; KPTN Sejahtera yang mengembangkan budidaya kepiting bakau; serta UMKM Sukses Bersama yang memproduksi sambal ebi khas Kalimantan Utara.

Dari lima kelompok penerima bantuan tersebut, tiga di antaranya merupakan kelompok perempuan. Keterlibatan perempuan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program M4CR.

Program ini menetapkan target partisipasi perempuan sekurang-kurangnya 30 persen sebagai bagian dari sasaran pembangunan program.

Dukungan usaha produktif ini merupakan bagian dari pendekatan M4CR yang tidak hanya berfokus pada rehabilitasi fisik mangrove, tetapi juga memperkuat kelembagaan masyarakat melalui Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM), serta mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, menjelaskan bahwa pendampingan dan dukungan usaha diberikan berdasarkan potensi serta kebutuhan kelompok di masing-masing wilayah.

“Setiap kelompok memiliki potensi dan tantangan usaha yang berbeda. Karena itu, dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan mereka, baik berupa peralatan maupun bahan pendukung produksi. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Akhmad.

Sejak 2024, sebanyak 111 kelompok masyarakat di empat provinsi prioritas M4CR, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, telah menerima dukungan usaha produktif.

Khusus di Kalimantan Utara, tercatat sebanyak 25 kelompok telah mendapatkan bantuan tersebut.

Melalui dukungan ini, M4CR mendorong masyarakat pesisir agar tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan rehabilitasi mangrove, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi melalui pengembangan usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Tentang Mangroves for Coastal Resilience (M4CR)

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) merupakan inisiatif strategis nasional yang bertujuan mengatasi degradasi ekosistem mangrove di Indonesia melalui rehabilitasi skala besar dengan pendekatan berbasis komunitas dan keberlanjutan lingkungan.

Pelaksanaan rehabilitasi mangrove M4CR berlangsung di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, dengan target luasan mencapai 32.634 hektare hingga 2027.

M4CR dikelola oleh Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), dengan dukungan kementerian dan lembaga terkait, yakni Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), serta pemerintah daerah. Program ini juga didanai melalui kerja sama dengan World Bank.

Mengusung kampanye “Mangrove untuk Masa Depan”, M4CR tidak hanya berupaya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga memperkuat perlindungan masyarakat dari dampak perubahan iklim serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis mangrove secara berkelanjutan. (*****)

Rachmawati: Kunker Tri Suswati Tito Karnavian Beri Dampak Positif di Kaltara
KPU KALTARA SUKSES, Laksanakan Peluncuran Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara 2024
Pelantikan Pengurus IKAHI Kaltara 2023-2026, Perkuat Kualitas Peradilan
Gubernur Harap Investor Percepat Pembangunan Pabrik Minyak Goreng Di Kaltara
Bupati Tana Tidung Resmikan Balai Adat Yaki Uwan di Desa Mendupo
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?