MALINAU – Sebanyak 80 santri Pondok Pesantren Al-Khairaat Putra terdampak musibah kebakaran dan saat ini masih menempati ruang kelas SMA sebagai tempat penampungan sementara. Pihak pesantren berharap pembangunan kembali asrama dapat segera direalisasikan agar para santri bisa kembali menjalani aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari dengan nyaman.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Khairaat Putra, Ustadz Zakaria M. Toba, mengatakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Malinau, Palang Merah Indonesia (PMI), dan berbagai pihak telah membantu memenuhi sejumlah kebutuhan dasar para santri.
Bantuan tersebut antara lain berupa 80 kasur dan bantal, pakaian, serta boks dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang digunakan sebagai tempat penyimpanan pakaian sementara.
“Alhamdulillah, bantuan yang diberikan sudah sangat membantu. Untuk kebutuhan tempat tidur, kasur dan bantal sebanyak 80 buah sudah terpenuhi, begitu juga dengan pakaian anak-anak,” ungkap Zakaria saat ditemui usai menerima bantuan dari Pemkab Malinau dan PMI, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, dari total sekitar 130 santri, kurang lebih 80 orang saat ini mengikuti sistem Belajar dari Rumah (BDR). Kebijakan tersebut diterapkan karena tiga ruang kelas SMA sementara digunakan untuk menampung kebutuhan tempat tidur para santri yang terdampak kebakaran.
Sambil menunggu pembangunan kembali asrama, pihak pesantren juga telah menyiapkan rencana penataan lingkungan yang lebih baik. Dalam rencana tersebut, lokasi asrama, gudang logistik, dapur umum, dan fasilitas toilet akan dipisahkan agar lingkungan pesantren lebih tertata dan nyaman.
Selain itu, asrama santri tingkat SMP dan SMA direncanakan akan digabung dalam satu bangunan.
“Kami tinggal menunggu material bangunan dan arahan dari pemerintah daerah. Kalau anggaran sudah diluncurkan dan sudah ada aba-aba, kami siap untuk memulai pembangunan kembali,” jelasnya.
Zakaria berharap Pemerintah Kabupaten Malinau dapat terus memberikan perhatian dan mendorong percepatan pemulihan fasilitas pesantren, terutama pembangunan asrama, penyediaan tempat tidur santri, serta dapur umum.
Menurutnya, pembangunan kembali fasilitas tersebut penting agar para santri dapat segera menempati asrama dan menjalankan kegiatan pendidikan dengan lebih nyaman seperti sebelum kebakaran.
“Kami sangat berharap pembangunan ini bisa segera direalisasikan, sehingga anak-anak bisa kembali tinggal dan belajar dengan nyaman seperti sediakala,” harapnya.(****)




