By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Akui Masih Terdapat Orangtua Yang Enggan Anaknya Divaksin
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Akui Masih Terdapat Orangtua Yang Enggan Anaknya Divaksin

Redaksi
Last updated: 21 Oktober 2021 00:03
Redaksi
Published: 21 Oktober 2021
Share
SHARE

TARAKAN – Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi massal. Belum lama ini, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Tarakan juga sudah menggelar vaksinasi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Menegah Atas Negeri 2 Tarakan, Erni Nurjanah, menerangkan sebanyak 877 dari 1.044 siswa yang ditargetkan.

“Setelah dilakukan pendataan, sebagian ada yang sudah melaksanakan vaksinasi di Kodim 0907 Tarakan, di RSUD Tarakan. Mereka vaksin di luar karena orangtuanya yang bawa. Data kami ada 130 siswa yang vaksin di luar sekolah,” ujarnya, (20/10/2021).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain itu, pihaknya mencatat 37 orangtua siswa yang tak menyetujui jika anaknya divaksin. Lanjutnya, alasan penolakan tersebut karena para orangtua memang belum ingin sang anak divaksin dan ada juga siswa yang masih takut dan belum siap divaksin.

“Ada orangtua siswa tak setuju tidak masalah. Jadi kita meminta persetujuan mereka pakai meterai,”ucapnya.

“Ada juga baru selesai Covid-19, ada yang punya penyakit seperti asma. Daripada risiko. Padahal kami aanjurkan konsultasi kan ada petugas medis juga apakah boleh vaksin,” jelasnya.

Lanjutnya, semua dikembalikan kepada keinginan orangtua siswa. Vaksinasi pelajar ini juga bukan menjadi syarat untuk melaksanakan PTM.

“Tapi kalau bisa vaksin ya sebaiknya vaksin,” tutupnya.

Berbelasungkawa, Zainal Paliwang Merasa Kehilangan Salah Satu tokoh Terbaik Kaltara
Andi Sulaiman-Adri Patton Menjadi Bintang di Debat Kedua
PNM Tarakan Gelar Program TJSL melalui Madani Care, Menghadirkan kegiatan penyuluhan stunting dan kesehatan ibu-anak, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Partai Demokrat Kaltara; Membuka Peluang bagi Kader dan Non-Kader dalam Pilkada 2024
Gelar Rakerprov, Kormi Kaltara Fokus Evaluasi dan Persiapan Fornas dan Forda Kaltara
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?