By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Kejar Status Kota Layak Anak, Tarakan Butuhkan 200 Poin Lagu Dalam Penilaian
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Kejar Status Kota Layak Anak, Tarakan Butuhkan 200 Poin Lagu Dalam Penilaian

Redaksi
Last updated: 13 Januari 2022 23:41
Redaksi
Published: 13 Januari 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Guna mewujudkan status Kota layak anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terus berupaya untuk berbenah dalam memberikan ruang yang ramah bagi anak-anak. Hal itu dapat dilakukan untuk memenuhi berbagai indikator dalam penilaiannya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas P3APPKB Tarakan, Mariyam menerangkan, Untuk bisa menjadi kota layak anak, sebuah kota harus memenuhi nilai minimal dari penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan nilai minimal 500. Diketahui, saat ini Kota Tarakan masih mengumpulkan 300 poin yang artinya Tarakan masih membutuhkan 200 poin untuk mencapai status Kota Layak Anak.

“ada 24 indikator yang dinilai dan dibagi menjadi 5 klaster. Yaitu kelembagaan, keluarga dan hak sipil, tumbuh kembang, kebutuhan dasar, dan lain-lain,”bebernya, (13/01/2021).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain itu, guna mewujudkan kota layak anak telah dibentuk gugus tugas sejak setahun lalu untuk melakukan evaluasi skor.
Kemudian, untuk mendapatkan poin yang diinginkan diperlukan dukungan semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Sekarang pemerintah terus membangun fasilitas yang layak untuk anak seperti Taman, Sekolah, sarana olahraga dan Faskes yang menyediakan pojok ASI, tempat bermain, poli anak dan lain sebagainya. Sedangkan Dinas Pendidikan, wajib ada regulasi bahwa sekolah juga sudah ramah anak di setiap tingkatan, mulai playgroup, SD, SMP, bahkan SMA,” bebernya.

Dijelaskannya, Tarakan masih memiliki waktu setidaknya sampai pada Maret tahun 2022 mendatang. Sehingga ia meminta masing-masing OPD dan keterlibatan CSR (Corporate Sosial Responsibility) perusahaan yang ada di Tarakan untuk mensupport kegiatan-kegiatan berkaitan dengan kota layak anak.

“Insya Allah bisa terpenuhi, kalau setiap OPD bisa membuktikan secara otentik bahwa sudah ada SK (Surat Keputusan) mengenai layak anak, misalnya pembentukan forum anak di tingkat kelurahan dan kecamatan. Merupakan angka yang cukup bagus untuk menambah nilai,”tandasnya.

Masih Dalam Pencarian, Dua Korban Laka Speedboat Belum Ditemukan
Kunjungi Morowali, Gubernur Kaltara Beberkan Rencana Pembangunan Industri di Mangkupadi
Diduga Bunuh Diri Dengan Membakar Tubuh, Warga Sebengkok Geger
Kendala Akomodasi Tim Sepak Takraw Kaltara di PON XXI/2024: Mengganggu Kesiapan Atlet
Akui Terima Laporan Maladministrasi Proyek Jalan, ORI Kaltara Akan Kawal Kasus
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?