By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Berkolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPemerintahan

Berkolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Redaksi
Last updated: 8 Maret 2022 22:38
Redaksi
Published: 8 Maret 2022
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan daerah dengan pengembangan pertanian. Karena itu, ia berharap adanya kolaborasi seluruh elemen untuk bersama-sama mengoptimalkan produktivitas pertanian untuk mencapai kesejahteraan petani.

“Saya berharap dengan kolaborasi strategis ini dapat menjadi salah satu aksi nyata kita untuk menciptakan sistem pertanian yang dapat mencapai produktivitas optimal sehingga tercapai kesejahteraan petani secara finansial,” terang Gubernur.

Seperti diketahui, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan kebutuhan beras Kaltara berkisar 56.115 ton/tahun. Sementara produksi beras Kaltara tahun 2021 diperkirakan sebanyak 22.508 ton/tahun.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dengan kata lain, Kaltara diperkirakan masih akan defisit 33.607 ton/tahun dimana defisit beras ini umumnya dipenuhi oleh produksi beras yang masih impor dari beberapa sentra penghasil seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Dengan mengambil pendekatan bahwa seluruh luas panen padi tahun 2021 yang mencapai 11.057,04 ha diubah seluruhnya menggunakan metode Hazton (asumsi hasil Hazton 6 – 8 ton), maka produksi bisa mencapai 66.342 – 88.456 ton/tahun gabah kering atau sekitar 41.622 – 55.497 ton/tahun beras. Dengan demikian, defisit yang terjadi tentunya dapat kita kurangi menjadi hanya 618 sampai dengan 14.493 ton/tahun,”tambahnya.

Kendati demikian, potensi produksi luas panen padi masih bisa mengalami peningkatan. Gubernur membeberkan sejumlah hal agar luasan panen padi di provinsi termuda ini bisa berjalan optimal. Salah satunya menggunakan pola Hazton.

Dengan pola Hazton, kebutuhan beras di Kaltara diharapkan meningkat. Sehingga tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar Kaltara. Hal ini sejurus dengan banyaknya program pemerintah pusat di Kaltara salah satunya adalah menyokong kebutuhan pangan di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

“Untuk menyokong pangan di KIPI, harus produk yang merupakan hasil dari tanah di Kaltara. Berasnya juga harus dari Kaltara,”tambahnya.

Teknologi Hazton merupakan cara bertanam padi dengan menggunakan bibit tua yang berumur 25-35 hari setelah semai. Dengan jumlah bibit padat 25 – 30 bibit per lubang tanam. Sedangkan cara tanam biasa hanya 4 – 5 bibit per lubang tanam.

Metode padi Hazton telah sukses diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia. Metode ini telah terbukti di berbagai daerah mampu meningkatkan 2-3 kali lipat dari produktivitas sebelumnya, sehingga diharapkan para petani Bulungan dapat mengambil contoh dan menerapkannya pada lahan pertaniannya.

Untuk diketahui, potensi produksi padi di Kaltara tahun 2022 diprediksi mengalmi peningkatan. Ia menyebutkan, produksi padi diperkirakan sebesar 9,21 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) pada Januari 2022. Sementara potensi produksi padi sepanjang Februari hingga April 2022 mencapai 11,28 ribu ton GKG.

“Dengan demikian, total potensi produksi padi pada Subround Januari – April 2022 diprediksi mencapai 20,49 ribu ton GKG atau mengalami kenaiikan 1,67 ribu ton GKG dibanding Subround Januari – April 2021,”jelas Gubernur.

MAS DOSEN, Kembalikan Berkas Ke DPD Golkar | Pertanda Siap Maju Pilwali Tarakan
Perbaikan Pipa Berhasil Dikebut, Suplai Air Kembali Normal
GBIM Dampingi STMIK PPKIA Tarakanita: Fokus pada Penguatan Dosen dan Standar Mutu Kampus
Rayakan HUT ke 50, Iwapi Bagikan Makanan Bergizi Gratis
Resahkan Warga, Samapta Polres Tarakan Amankan Pengendara di Bawa Umur
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?