By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Seriusi Penangganan Stunting, Segini Kucuran Anggaran Penangganan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraKesehatanPemerintahan

Seriusi Penangganan Stunting, Segini Kucuran Anggaran Penangganan

Redaksi
Last updated: 10 Agustus 2022 22:43
Redaksi
Published: 10 Agustus 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Sebagai upaya keseriusan pemerintah dalam melalukan penangganan terhadap persoalan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai koordinator penangganan menyebut anggaran penangganan sekitar Rp 2 hingga 3 miliar. Hal itu disampaikan Koordinator Program BKKBN Provinsi Kaltara, Kukuh Dwi Setiawan.

Ia menerangkan, anggaran tersebut difokuskan pada pendampingan keluarga dalam mencatat seperti cattin, ibu hamil, kemudian pasca melahirkan, bayi dan balita harus tercatat itu yang terpenting. Lanjutnya, untuk stunting memang harus sampai ke perut. Persoalan intervensi spesifik harus bisa sampai ke perut. Kemudian, lingkungannya harus bisa dikelola dengan baik terutama sanitasi dan air bersih harus bisa dikawal programnya.

“Supaya intervensina tepat sasaran kemudian program yang disampaikan di berbagai dinas, ada di berbagai kementerian harus sampai kepada kelompok sasaran dan sampai ke perut,” jelasnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Sebenarnya peran penting media penting dalam hal advokasi perubahan perilaku di masyarakat untuk stunting bisa jadi sarana edukasi di masyarakat dalam hal pencegahan maupun penurunan stunting,” jelasnya.

Ditegaskannya, angka stunting berkisar di 27 persen untuk Provinsi Kaltara. tertinggi ada di Kabupaten Nunukan mencapai 29 persen. Kota Tarakan tercatat 25 persen dan berdasarkan hasil survei SSGI Kementerian Kesehatan. Sementara angka persentase itu hanya penunjuk sementara. Ia mencontohkan pada angka 27 persen di Kaltara, itu kejadian tahun 2021 lalu. Yang perlu dikawal yakni di tahun 2022 ini bisa menurun.

DPRD Kaltara Dorong Pariwisata dan Perhotelan Jadi Sektor Unggulan Daerah
Lakukan Pencurian di Dua Tempat Berbeda, Sindikat Libatkan Anak Dibawah Umur
SMP Muhammadiyah gelar reuni perdana, Harapkan Alumni Sukseskan Acara
Tim Sepak Bola Kaltara Diharapkan Lolos pra PON
Ketua DPRD Kaltara Hadiri Pengukuhan Guru Besar UBT
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?