By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Aktivis DemoCrazy Tarakan Kibarkan Bendera Merah Putih & One Piece, Sindir Larangan yang Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Aktivis DemoCrazy Tarakan Kibarkan Bendera Merah Putih & One Piece, Sindir Larangan yang Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat

Redaksi
Last updated: 15 Agustus 2025 19:29
Redaksi
Published: 15 Agustus 2025
Share
SHARE

Tarakan – Aksi unik dilakukan Aktivis DemoCrazy Tarakan dalam memperingati momentum kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka mengibarkan dua bendera sekaligus, yakni Bendera Merah Putih dan bendera bergambar One Piece, di salah satu titik strategis Kota Tarakan, Jumat (15/8/2025).

Aksi tersebut memicu perhatian publik, terutama karena simbol One Piece kerap diasosiasikan dengan semangat kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Yudi Hamdani, Aktivis 98 sekaligus perwakilan DemoCrazy Tarakan, menilai larangan pengibaran bendera One Piece oleh pihak-pihak tertentu menunjukkan kurangnya empati terhadap rasa kecewa dan keresahan masyarakat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Yang melarang bendera One Piece berkibar itu tidak paham kekecewaan masyarakat. Hilangkanlah pemikiran Belanda dari negeri ini,” tegas Yudi.

Menurutnya, pengibaran bendera tersebut bukanlah bentuk pelecehan terhadap simbol negara, melainkan ekspresi kemerdekaan dan aspirasi rakyat yang selama ini merasa haknya terpinggirkan.

Yudi Hamdani yang juga Sebagai Ketua dibawah satu Bendera yang bermarkas di Waroeng DemoCrazy Tarakan ini menegaskan, aksi itu juga bertujuan mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi harus diiringi dengan kebebasan menyampaikan pendapat, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat.(“”)

BNNP Kaltara Musnahkan Barang Bukti Sabu Seberat 1 Kg Hasil Pengungkapan di Pelabuhan Tengkayu I
Pemprov Kaltara Jadwalkan Upacara Kemerdekaan di Karang Unarang
Berbagi di Bulan Ramadhan, IPPM Kaltara Bagikan 1000 Takjil Kepada Masyarakat
Hadiri Sertijab Kaper BPK, Gubernur Meminta Instansi Tetap Transparan Pada BPK
Desa Digital Ketiga di Kalimantan, Indosat Buka Akses Pasar dan Literasi Digital bagi Warga Kampung Nelayan Tarakan
Share This Article
Facebook Email Print
6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?