By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Angkat Potensi Pangan Lokal, 15 Kecamatan Meriahkan Lomba Kuliner Irau Malinau
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraMalinau

Angkat Potensi Pangan Lokal, 15 Kecamatan Meriahkan Lomba Kuliner Irau Malinau

Redaksi
Last updated: 26 Oktober 2026 00:38
Redaksi
Published: 26 Oktober 2026
Share
SHARE

MALINAU – Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menampilkan beragam kuliner khas daerah dalam Lomba Kuliner Berbahan Baku Lokal yang digelar di Panggung Utama Padan Liu’ Burung, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 Tahun 2026. Setiap kecamatan menampilkan sedikitnya 11 jenis hidangan khas daerah yang diolah menggunakan bahan baku lokal.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Lomba tersebut dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi. Kegiatan ini menjadi ajang bagi setiap kecamatan untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi sajian kuliner yang beragam dan bernilai budaya.

Maylenty mengatakan, lomba kuliner tersebut diharapkan mampu mendorong setiap kecamatan untuk menggali dan memperkenalkan kekayaan kuliner yang berasal dari wilayah masing-masing.

Menurutnya, kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan baku lokal menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dikembangkan dan dibanggakan, baik di tingkat desa maupun kecamatan.

Ia mengaku bangga melihat beragam sajian yang ditampilkan para peserta. Menu yang disuguhkan tidak hanya berupa makanan utama, tetapi juga mencakup aneka minuman dan makanan ringan atau snack.

Maylenty juga mengapresiasi seluruh kecamatan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap masyarakat semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan kuliner khas daerah sebagai bagian dari identitas Kabupaten Malinau.

“Yang sangat kita inginkan melalui kegiatan ini adalah bagaimana setiap kecamatan memunculkan kreativitasnya dalam mengolah kuliner berbahan baku lokal yang ada di daerah masing-masing,” ujarnya.

Peserta Tampilkan 11 Menu Kuliner Khas Daerah
Salah satu peserta, Weni, Ketua TP PKK Kecamatan Malinau Selatan Hulu, mengatakan pihaknya menyiapkan 11 jenis sajian untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Beragam hidangan yang ditampilkan mencerminkan kekayaan bahan pangan dan tradisi kuliner masyarakat setempat. Di antaranya olahan ikan pelian, tumis daun pepaya, sambal, serta sejumlah menu yang menggunakan penamaan dalam bahasa lokal.

Weni menjelaskan, beberapa sajian yang dibawa timnya memiliki nama khas, seperti Utum Bacow Tungo, yang merupakan olahan ikan pelian dengan teknik kukus, serta Angku Daun Mujan, yakni tumis daun pepaya.

Persiapan untuk mengikuti perlombaan telah dilakukan sejak satu minggu sebelumnya. Weni mengaku antusias sekaligus gugup karena menjadi pengalaman pertama bagi timnya mengikuti lomba kuliner tersebut.

Meski demikian, ia bersama anggota tim tetap bersemangat menampilkan hidangan terbaik. Sejumlah menu merupakan sajian yang sudah dikenal masyarakat, sementara lainnya dikembangkan melalui kreativitas pengolahan bahan pangan lokal.

“Kami sangat bersemangat. Ada rasa gugup juga karena ini pengalaman pertama kami mengikuti lomba masakan. Ada menu yang sudah biasa dibuat dan ada juga yang kami kembangkan,” ungkap Weni.

Ia berharap perayaan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 Tahun 2026 berlangsung sukses serta membawa kebanggaan bagi seluruh masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati Cicipi Sajian Peserta
Lomba kuliner tersebut turut dihadiri Bupati Malinau Wempi W. Mawa dan Wakil Bupati Malinau Jakaria. Keduanya meninjau kegiatan sekaligus mencicipi sejumlah hidangan lokal yang disajikan para peserta.

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menambah semarak kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner antarkecamatan.

Melalui kegiatan ini, potensi bahan pangan lokal dan resep tradisional diharapkan semakin dikenal luas. Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, pengembangan kuliner khas daerah juga berpeluang mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan nilai ekonomi produk pangan lokal di Kabupaten Malinau.

Lomba Kuliner Berbahan Baku Lokal pun menjadi salah satu bentuk perayaan Irau yang memadukan tradisi, kreativitas, dan potensi ekonomi masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 Tahun 2026. (****)

Zainal-Ingkong Ala Komitmen Jaga Toleransi dan Keberagaman di Kaltara 
Tinjau Langsung Kondisi Jalan, Gubernur Kaltara Terkejut Terdapat Banyak Lubang Di KM 9 Tanjung Selor
Seminar Wagub dalam Perayaan HUT ke 91 Misi GKII-DK
Upayakan Penyelesaian, Bandara Juwata Tarakan Minta Warga Tunjukan Bukti Penyelesaian
PJU-TS Bakal Dipasang ke Pelosok Kaltara
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?