By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Antisipasi Penyebaran PMK Pada Ternak, Begini Tahapan Pemeriksaannya
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Antisipasi Penyebaran PMK Pada Ternak, Begini Tahapan Pemeriksaannya

Redaksi
Last updated: 5 Juli 2022 22:07
Redaksi
Published: 5 Juli 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang akan masuk ke Kaltara khususnya di kota Tarakan, Balai Karantina Pertanian melakukan pemeriksaan pada hewan ternak tersebut.

Ahmad Mansuri Alfian, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, mengunkapkan pemeriksaan dilakukan melalui tahapan-tahapan.

“Tahapannya itukan ada karantina selama 14 hari di tempat pengeluaran. Contohnya hewan akan dikirim dari Sulawesi, Mamuju, Palu atau Pare-Pare, itu diperiksa dulu fisik ternaknya di sana, di karantina juga di sana,” ungkapnya (05/07/2022).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Alfian menambahkan, dalam pelaksanaan karantina pada hewan membutukan biaya tambahan untuk kebutuhan pakan selama masa karantina pada hewan tersebut.

“Selama dikarantina ini juga kan butuh makanan, nah terkadang ada masyarakat yang salah paham terkait biaya pakam ternak ini, sehingga ada yang salah persepsi. Untuk nilainya sendiri pastinya saya kurang tahu,”

“Contoh saja Rp 500 ribu untuk penyediaan pakan sehari, kalau kami lakukan karantina biaya jelas mulai dari pemeriksaan, selama di kandang dan pelepasan itu jelas, kami bisa rincikan dan perlihatkan kwitansinya, penyediaan pakannya inilah yang biayanya cukup besar,” sambungnya.

Adapun lanjutnya, hewan ternak seperti babi juga diperiksa apakah terdapat virus ASF atau tidak, pemeriksaan ini juga memerlukan biaya tambahan.

“Pemeriksaan ASF ini kita dibantu laboratorium di Surabaya. Biayanya bukan dari kami, ini kan pemeriksaan ada biaya yang harus dibayar dari pusat Kimia Farma di Surabaya, masyarakat harus dapat membedakan dalam pemungutan biaya untuk hewan ternak ini,” tutur dia.

Selanjutnya, dikatakan Alfian, agar komunikasi lebih intens pihaknya juga menyiapkan sarana komunikasi untuk memonitor lintas ternak seperti Tarakan dan Gorontalo.

“Selain karantina selama 14 hari, kita juga melakukan persiapan pemeriksaan fisik dan klinis seperti disinfektan untuk ternak dan alat angkut,” pungkasnya. (*)

Minimalisir Kasus Kekerasan Pada Perempuan, Pemprov Kaltara Bentuk Tim Khusus
Mengamuk ke Kantor Polres Tarakan, Pria Pelaku Pembunuhan Dilumpuhkan
Laksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Kepada Masyarakat Kaltara
Soal Dana RT, ZIAP Bakal Berikan Lebih dari Rp 100 Juta, jika PAD Kaltara Surplus
Here’s how we built our company culture without going broke
Share This Article
Facebook Email Print
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?