By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: BI Kaltara Pacu Pertanian Modern Untuk Redam Inflasi Dan Kendalikan Harga Sayur
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

BI Kaltara Pacu Pertanian Modern Untuk Redam Inflasi Dan Kendalikan Harga Sayur

Redaksi
Last updated: 8 Februari 2025 11:30
Redaksi
Published: 8 Februari 2025
Share
SHARE

TARAKAN – Ketergantungan Kota Tarakan terhadap pasokan sayur dari luar daerah menjadi salah satu faktor pemicu inflasi. Hal ini diperburuk dengan kondisi cuaca ekstrem sejak Desember lalu yang menyebabkan sejumlah komoditas sayur gagal panen, sehingga stok di pasar menurun dan harga melambung.

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan pemerintah kabupaten/kota untuk mencari solusi jangka panjang guna mengendalikan inflasi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Langkah ideal adalah menciptakan sistem pertanian yang tidak bergantung pada cuaca. Bersama pemerintah provinsi, kami berupaya membangun pertanian modern yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Tentu ini butuh proses dan investasi, tetapi sangat penting untuk ketahanan pangan daerah,” ujar Hasiando dalam pertemuan dengan awak media, Jumat (7/2/2025).

Selain mendorong pertanian modern, BI juga mengusulkan strategi jangka pendek dengan mendatangkan pasokan sayur dari daerah yang produksinya berlebih. Langkah ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, ketika permintaan sayur meningkat tajam.

Menurut Hasiando, ketahanan pangan di Kaltara harus terus dikembangkan agar daerah ini tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar. Untuk itu, BI telah berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna mendorong penggunaan teknologi pertanian modern.

“Sekarang sudah ada beberapa metode pertanian modern seperti green house dan aplikasi digital yang membantu petani dalam produksi. BI juga telah melakukan pembinaan terhadap beberapa kelompok tani sebagai proyek percontohan. Harapannya, pertanian Kaltara bisa bertransformasi dari tradisional ke modern sehingga produksi lebih stabil,” jelasnya.

Meski begitu, Hasiando mengakui bahwa langkah cepat yang bisa diambil saat ini adalah menjalin kerja sama dengan daerah penghasil sayur lainnya untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

“Kami terus berupaya agar inflasi terkendali, terutama dari sektor pangan. Namun, jangka panjangnya, pertanian di Kaltara harus lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada pasokan luar,” pungkasnya.

Akan Bahas UMK, Walikota Tarakan Berharap Semua Pihak Dapat Menerima Hasil
Gelar Pertemuan, Relawan Anis Baswedan Optimis Menang di Kaltara
Tarif Penyesuian PDAM Ditanggapi Secara Bijak DPRD Tarakan
Bertemu Ketua DPRD Kaltim, Gubernur Kaltara Utarakan Niat Bangun Jalan Tol
Temui Tokoh Masyarakat, Sejumlah Toko Kabupaten Berau Ungkap Ketertarikan Bergabung Ke Kaltara
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?