KALIMANTAN TIMUR – Cendikiawan Anak Pahlawan (CAPA) DPW Kalimantan Timur melakukan audiensi dengan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Jumat (23/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Audiensi tersebut dihadiri perwakilan CAPA DPW Kalimantan Timur, Aryo dan Syarkawi. Sementara itu, dari pihak BPK RI, pertemuan diterima oleh Himawan, Jerry, dan Gede.
Dalam pertemuan tersebut, CAPA menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal pengelolaan keuangan negara agar berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, prinsip akuntabilitas, serta kepentingan masyarakat luas.
CAPA memandang pengawasan publik sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi. Masyarakat dinilai memiliki peran dalam mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bertanggung jawab terhadap penggunaan anggaran negara.
Audiensi ini juga menjadi ruang komunikasi kelembagaan untuk memperkuat pemahaman mengenai peran masyarakat dalam mengawasi pengelolaan keuangan negara. CAPA menegaskan bahwa pengawasan publik harus dilakukan secara objektif, bertanggung jawab, dan berbasis data, dengan tetap menghormati kewenangan serta mekanisme kelembagaan yang berlaku.
Menurut CAPA, pengawasan bukan bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan keuangan negara dikelola secara tepat, sesuai peruntukan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui audiensi tersebut, CAPA DPW Kalimantan Timur berharap komunikasi dan sinergi antara masyarakat sipil dengan lembaga pemeriksa negara dapat terus diperkuat. Upaya ini diharapkan turut membangun budaya transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
CAPA menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam pengawasan publik secara konstruktif dan bertanggung jawab sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan keuangan negara serta masa depan bangsa. (****)
Jurnalis: Hendra Sitorus




