Dinas Kesehatan (DINKES), Catat 1.010 Kasus HIV/AIDS di Tarakan, Penguatan Peran Masyarakat Dinilai Mendesak

Redaksi

TARAKAN, KALTARA – Kasus HIV/AIDS di Kalimantan Utara terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebagai contoh dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Temuan kasus HIV/AIDS menurut data Dinkes Tarakan berjumlah 1010 orang. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan adanya upaya peningkatan layanan informasi, layanan kesehatan, adanya pembagian peran dalam penanggulangan HIV/AIDS dan tentunya adanya pelibatan individu, kelompok dan masyarakat yang peduli terhadap isu tersebut sehingga terbentuknya ruang yang kondusif dan inklusif di masyarakat.

Roniansyah, S.K.M, pemerhati HIV/AIDS yang pernah aktif bekerja di Komisi Penanggulangaan AIDS (KPA) sebagai pengelola program dan monev, mengusulkan program WARGA PEDULI AIDS (WPA) ke Pemprov Kaltara sebagai solusi konkrit dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kaltara, saat dihubungi Minggu, 25/1/2026.

Warga Peduli AIDS atau disingkat WPA merupakan gerakan masyarakat yang memiliki kepedulian dan diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata serta mampu berpartisipasi aktif dalam pencegahan serta penanggulangan masalah HIV/AIDS.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Warga Peduli AIDS (WPA) perlu mendapatkan penguatan SDM terkait kepengurusan tingkat Kelurahan/Desa dan pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pembinaan. Penguatan tersebut diperlukan agar Warga Peduli AIDS dapat menjalankan fungsinya sebagai agen dalam memberikan edukasi dan Informasi di masyarakat.

Roni menambahkan, Tujuan utama dari pentingnya penguatan SDM ini adalah Warga Peduli AIDS (WPA) mampu mengimplementasikan peranannya guna mencapai Three Zero 2030, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2013, yaitu, Tidak ada penularan infeksi HIV baru, Tidak ada kematian akibat AIDS dan Tidak ada diskriminasi untuk Orang dengan HIV (ODHIV).

Tanpa sinergi dan Kolaborasi program Warga Peduli AIDS tidak akan bisa terwujudkan dan perlu melibatkan seluruh unsur kemasyarakatan, mulai dari tokoh masyarakat/adat, tokoh agama, tokoh pemuda, ketua RT, kader kesehatan hingga pemerintah setempat bersama – sama menjalankan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Utara, tutupnya.(****)

Share This Article