By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: DP3APPKB ; Pendampingan Anak Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraTarakan

DP3APPKB ; Pendampingan Anak Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Redaksi
Last updated: 1 September 2022 21:38
Redaksi
Published: 1 September 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Adanya kasus perkelahian anak yang sempat mengebohkan warga Tarakan beberapa waktu lalu, menjadi perhatian khusus Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala DP3APPKB Tarakan Hj Mariyam meneranykan, kasus perkelahian anak yang melibatkan pelajar di Kota Tarakan belum lama ini, sebenarnya merupakan bagian terkecil dari yang terpublish di media sosial. Menurut dia, seharusnya dalam hal ini masyarakat tidak terfokus pada perkelahiannya, melainkan pendampingan terhadap anak jika ada kasus.

“Selama ini kami mengakui selalu mendampingi sekecil apapun proses dan dampaknya selagi menjadi tupoksi kami. Bisa kita damping. Sebenarnya itu bagian terkecil dari indikator penilaian kota layak anak,”ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, seharusnya upaya preventif tidak hanya dilakukan OPD saja, melainkan tanggung jawab seluruh stakeholders termasuk media massa. Misalnya ia mencontohkan Pertamina kerap melakukan program bersama Forum Anak seharusnya dapat terpublish dengan masif.

“Saat ini program forum melakukan pendampingan Kampung Nelayan, di belakang BRI dan Amal melakukan simulasi, pengobata massal, dalam bentuk permainan juga ada, ini seharusnya terpublish maksimal,”tuturnya,.

Menurutnya dalam hal ini juga menyoal perkelahian melibatkan anak menjadi tugas orangtua dan sekolah agar tidak kembali terulang.

Segera Disahkan, Perda Pariwisata Ditarget Sah Bulan Ini
Hadiri Panen Raya Jagung, Kaltara Butuh Peningkatan Produksi
Paguyuban CPNS Kemendikbud Minta Optimalisasi Formasi kosong CPNS
Kerupuk Menjadi Penyambung Hidup Dian Santi Di Perantauan
Wagub Berikan Atensi Khusus terkait Penanganan Jalan Sumalindo
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?