By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: DPRD Kaltara Soroti Hambatan Investasi Akibat Belum Adanya Payung Hukum Galian C
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Advetorial

DPRD Kaltara Soroti Hambatan Investasi Akibat Belum Adanya Payung Hukum Galian C

Redaksi
Last updated: 11 Mei 2026 10:04
Redaksi
Published: 11 Mei 2026
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Panitia Khusus (Pansus) Sinkronisasi Substansi RTRW DPRD Provinsi Kalimantan Utara menyoroti terhambatnya investasi di daerah akibat belum adanya kepastian hukum terkait aktivitas galian C dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Hal tersebut mengemuka dalam rapat kerja Pansus RTRW yang digelar di Tanjung Selor, Senin (04/05/2026), dipimpin Wakil Ketua DPRD Kaltara H. Muddain, ST.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam rapat itu disebutkan bahwa sebagian besar pelaku usaha galian C saat ini dinilai bertentangan dengan Perda RTRW kabupaten maupun provinsi. Kondisi tersebut berdampak pada sulitnya perpanjangan izin usaha yang telah berjalan.

Anggota Pansus, Pdt. Robenson Tadem, menegaskan bahwa ketidakjelasan pengaturan ruang dalam RTRW membuat sejumlah investor memilih mundur dari Kalimantan Utara.

“Investor mundur karena RTRW kita tidak memberikan ruang. Padahal RTRW mengatur jauh lebih besar dibanding kepentingan lain,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan payung hukum yang jelas sangat dibutuhkan untuk memberikan kepastian investasi sekaligus menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang di daerah.

Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Bulungan, DPRD Bulungan, tim pakar, dan sejumlah OPD terkait.

DPRD Kaltara mendorong agar revisi dan sinkronisasi RTRW dapat segera diselesaikan sehingga tidak lagi menghambat iklim investasi maupun aktivitas usaha yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan daerah.(adv)

Gubernur Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan
Kaltara Jadi Target Nasional
Kaltara Provinsi Pertama Terapkan Resiko Terintegrasi
Gubernur Minta Rute Tarakan-Tawau Dibuka Kembali
Wujudkan Provinsi Hebat
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?