By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Gubernur Minta Inspektur Tambang Optimalkan Kinerja
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
AdvetorialKaltaraPemerintahan

Gubernur Minta Inspektur Tambang Optimalkan Kinerja

Redaksi
Last updated: 11 Mei 2022 21:45
Redaksi
Published: 11 Mei 2022
Share
SHARE

DENPASAR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H Zainal A Paliwang SH M.Hum menyampaikan pengawasan inspektur tambang yang ada di Kaltara kurang maksimal.

Menurutnya, pengawasan aktifitas minerba akan mengalami kesulitan jika hanya mengandalkan satu inspektur tambang saja. Sebab, cakupan wilayah Kaltara begitu besar.

“Dengan puluhan ijin yang dikeluarkan oleh pusat itu di Kaltara hanya satu inspektur tambang dan itu mustahil untuk bisa diawasi inspektur tambang,” tegas Gubernur dalam Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di di Ballroom Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta Bali.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Belum lagi, kata Gubernur, persoalan tumpang tindih izin usaha antara sektor perkebunan dengan sektor pertambangan. Hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan langsung lokasi-lokasi pertambangan.

“Ini kenapa terjadi tumpang tindih, karena pusat hanya mengeluarkan tapi tidak turun ke lapangan melihat,” jelasnya.

Karena itu, Gubernur menyarankan untuk membuat grup berbasis internet yakni dengan aplikasi Whatsapp (WA) khusus provinsi yang memiliki wilayah pertambangan untuk memudahkan koordinasi.

“Untuk kelancaran inisiasi ini perlu diinisiasi oleh instansi terkait untuk membuat grup WA khusus kepala daerah yang memiliki tambang-tambang,” tuntasnya.

Wakil Ketua DPRD Kaltara Hadiri Benuanta Economic Forum, Tekankan Peran Hilirisasi dan Industrialisasi
AYS Indonesia Raih Juara 1 TTG Unggulan Kaltara 2025, Dapat Apresiasi Langsung dari Gubernur
Nicky Saputra Novianto Siap Mundur dari Ketua PWI Kaltara, Ini Alasannya
SINERGI Kaltara Buka Jalan UMKM Masuk Ekosistem Industri
Somasi Tak Digubris PLN, BEM UBT Pastikan Akan Membuat Gerakan Lebih Besar
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?