By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Hari Mangrove Sedunia 2026, PPIU M4CR Kaltara Dorong Penanaman Mangrove Berkelanjutan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraTarakan

Hari Mangrove Sedunia 2026, PPIU M4CR Kaltara Dorong Penanaman Mangrove Berkelanjutan

Redaksi
Last updated: 26 Juli 2026 22:14
Redaksi
Published: 26 Juli 2026
Share
SHARE

TARAKAN – Langkah nyata penyelamatan wilayah pesisir terus digalakkan di Kota Tarakan. Memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, ribuan bibit pohon mangrove di tanam di kawasan Wisata Jambore, RT 2, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Minggu (26/7/2026).

​Aksi lingkungan yang mengusung narasi besar “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”  ini juga dirangkai dengan kegiatan pembersihan sampah di sepanjang kawasan pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesisir.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Aksi pemulihan lingkungan ini mendapat perhatian khusus dari Manager Project Provincial Implementation Unit untuk program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Kaltara Akhmad Ashar Sarif. Menurutnya, penanaman 1.000 bibit mangrove ini merupakan respons konkrit atas ancaman degradasi kawasan pesisir yang kian mengkhawatirkan di Kaltara.

“Kami mengapresiasi penanaman 1.000 bibit ini sebagai langkah nyata rehabilitasi kawasan pesisir yang mulai mengalami degradasi. Namun, hal penting yang harus dipastikan adalah seluruh bibit tersebut benar-benar ditanam pada lokasi yang tepat dan memang membutuhkan rehabilitasi,” tegas Akhmad Ashar Sarif.

​Ia menekankan bahwa ketepatan lokasi tanam menjadi kunci utama agar bibit mangrove dapat tumbuh secara optimal, sehingga mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomi jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.

Aksi kolaboratif ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, Andry Rawung. Menurutnya, pelestarian pesisir tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi erat dengan berbagai stakeholder, dunia usaha dan komunitas untuk membangun benteng alami dalam menahan laju abrasi pantai.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan merehabilitasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan di Kalimantan Utara. (****)

Tajuddin Tuwo: Sulitnya Identifikasi Kelompok Buta Aksara
Indeks SPBE Kaltara Meningkat, DKISP Dorong Daerah Siap Hadapi Evaluasi Pemerintah Digital 2026
A Year of Lives Lost to Diseases Science Has Yet to Tame
Pelantikan Pengurus IKAHI Kaltara 2023-2026, Perkuat Kualitas Peradilan
Gubernur Kaltara Jalan Sehat Bersama Warga
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?