MALANG – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengembangan kota dan kabupaten kreatif di Indonesia melalui peluncuran 11 program strategis bertajuk Catha Ekadasa. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno ICCN yang digelar di Malang, Jumat, 9 Januari 2026.
Program Catha Ekadasa akan menjadi motor penggerak “invasi” ICCN ke berbagai kota dan kabupaten kreatif dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni kemandirian, keberlanjutan, dan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, mengatakan bahwa kepengurusan ICCN periode ini dibentuk dengan mengedepankan kualitas, profesionalisme, dan transparansi.
“Kami ingin memastikan tim ICCN diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki keahlian serta dedikasi tinggi sebagai penggerak ekosistem kota dan kabupaten kreatif di Indonesia,” ujar Fiki.
Ia menjelaskan, tim kepengurusan ICCN saat ini terdiri dari 113 orang yang dipilih melalui proses pendaftaran terbuka, undangan, serta diskusi internal. Jumlah tersebut belum termasuk Tim Koordinator Daerah (Korda) yang nantinya akan direkrut dari tingkat kota, kabupaten, dan provinsi.
“Bukan sekadar jumlah, namun kualitas menjadi prioritas. ICCN juga akan menjaring talenta kreatif dari setiap daerah untuk dilibatkan dalam Tim Korda bersama Direktorat Enam (D6),” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fiki menegaskan bahwa ICCN akan menjalankan organisasi secara efisien dan profesional dengan mengacu pada Theory of Change serta dikontrol melalui Model RACI, sehingga seluruh program yang dijalankan berorientasi pada hasil dan dampak yang terukur.
“Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, ICCN siap menjalankan program-program prioritas secara efektif dan penuh suka cita,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) merupakan jejaring lintas komunitas yang menghubungkan kota dan kabupaten kreatif di seluruh Indonesia. ICCN berkomitmen mendorong pembangunan kota kreatif melalui penerapan 10 Prinsip Kota Kreatif, guna mendukung transformasi pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berbasis pada kekuatan ide, budaya, dan kolaborasi.(****)




