By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Indeks SPBE Kaltara Meningkat, DKISP Dorong Daerah Siap Hadapi Evaluasi Pemerintah Digital 2026
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPemerintahan

Indeks SPBE Kaltara Meningkat, DKISP Dorong Daerah Siap Hadapi Evaluasi Pemerintah Digital 2026

Redaksi
Last updated: 20 Mei 2026 14:54
Redaksi
Published: 20 Mei 2026
Share
SHARE

TARAKAN, KALTARA – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Provinsi Kalimantan Utara mendorong seluruh pemerintah daerah memperkuat kesiapan menghadapi evaluasi pemerintahan digital tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Digital se-Provinsi Kalimantan Utara yang digelar di Tarakan, Selasa (19/5).

Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., mengungkapkan upaya penguatan transformasi digital di daerah mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari peningkatan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di sejumlah daerah.
Provinsi Kalimantan Utara mencatat indeks SPBE sebesar 3,87, Kabupaten Nunukan 3,49, dan Kabupaten Tana Tidung 3,25.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurut Iskandar, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan pemerintahan berbasis digital.

“Tahun 2026 menjadi momentum penting karena evaluasi pemerintahan digital tidak hanya menilai aplikasi atau sistem yang dimiliki, tetapi juga integrasi layanan, tata kelola, keamanan informasi, hingga dampak nyata pelayanan digital kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital harus memberikan manfaat langsung bagi publik, bukan sekadar pemenuhan administrasi penilaian.

Karena itu, forum koordinasi ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat layanan pemerintahan digital yang terintegrasi, aman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

DKISP Kaltara berharap seluruh kabupaten dan kota dapat terus meningkatkan kualitas implementasi SPBE demi mewujudkan pemerintahan modern yang adaptif dan berdaya saing.(****)

Gubernur Dorong Industrialisasi Porang di Kaltara
Gubernur Zainal Harap KONI Kaltara Tuai Prestasi di PON Aceh-Sumut
Semakin Mengerucut, Polda Naikan Status Pencemaran Lingkungan KPUC
ZIAP Ingatkan Santun Berpolitik, Orasi Harus Sesuai Fakta Dan Data
Pansus IV DPRD Kaltara Percepat Pengesahan Ranperda Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?