NUNUKAN – Dalam rangka merawat stabilitas Kamtibmas di wilayah perbatasan, Lembaga Adat Besar Tidung Kabupaten Nunukan bersama Satbrimob Polda Kalimantan Utara memperkuat sinergi untuk mengantisipasi maraknya penyebaran hoaks dan propaganda digital melalui modus akun palsu yang meniru identitas (impersonate).
Ketua Adat Besar Tidung Kabupaten Nunukan, Naharuddin, menegaskan bahwa fenomena akun tiruan di media sosial sangat rawan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk memicu adu domba dan merusak keharmonisan warga perbatasan.
“Masyarakat harus lebih jeli dan bijak. Aksi pencatutan nama maupun pembuatan akun palsu bertujuan merusak persatuan kita di Nunukan. Kami meminta seluruh warga untuk selalu saring sebelum sharing dan tidak mudah terprovokasi narasi dari akun yang tidak jelas legalitasnya,” ujar Naharuddin.
Sementara itu, Kasi Intel Satbrimob Polda Kaltara, IPDA Sapparudin, menekankan bahwa kewaspadaan di ruang siber menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah perbatasan dari ancaman kejahatan digital.
“Fenomena impersonate dan propaganda digital ini menjadi perhatian serius kami dalam menjaga Kamtibmas. Sinergi bersama tokoh adat seperti Pak Naharuddin sangat penting untuk membentengi masyarakat dari infiltrasi hoaks. Jika menemukan akun atau informasi mencurigakan, segera verifikasi ke pihak berwenang,” tegas IPDA Sapparudin.
Melalui kemitraan kokoh ini, Lembaga Adat Besar Tidung Nunukan dan Satbrimob Polda Kaltara berkomitmen untuk terus mengedukasi warga agar semakin bijak bermedia sosial demi terciptanya kondusifitas wilayah perbatasan yang aman dan damai. (**)




