By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Jelang Nataru, Minyak Goreng dan Cabai Alami Kenaikan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraTarakan

Jelang Nataru, Minyak Goreng dan Cabai Alami Kenaikan

Redaksi
Last updated: 19 Desember 2021 00:18
Redaksi
Published: 19 Desember 2021
Share
SHARE

TARAKAN — Menyambut datangnya perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, ketersediaan bahan pokok di wilayah Bumi Paguntaka dipastikan dalam kondisi aman.

Namun demikian, terdapat bahan pokok atau komoditas yang mengalami kelangkaan antara lain minyak goreng yang mengalami kenaikan harga.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) dan UMKM Kota Tarakan, Untung Prayitno.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Untuk minyak goreng ini alami kenaikan harga bukan hanya di Tarakan, sejauh ini yang saya tahu kenaikan harga minyak goreng ini secara nasional, berdasarkan informasi harga minyak goreng itu kemungkinan setelah tahun baru itu alami penurunan, prediksi dari para distributor,” tuturnya. Sabtu (18/12/2021).

Dijelaskan Untung, bahan pokok dengan komoditas cabai juga mengalami kenaikan harga, pasalnya kenaikan harga tersebut dipegaruhi dengan hari besar keagamaan sepert Natal dan Tahun Baru.

“Selain minyak goreng, mendekati Nataru ada beberapa harga bahan pokok yang mengalami kenaikan, saat ini juga harga cabai juga alami kenaikan. Akan tetapi kalau sudah hari besar selesai harganya akan turun kembali,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain Nataru, bahan pokok seperti cabai yang mengalami kenaikan harga ini juga bisa dipengaruhi oleh cuaca. Tak hanya itu, petani cabai di Kota Tarakan belum bisa memenui permintaan pasar yang besar, oleh karena itu pedangan memasok cabai dari petani luar provinsi seperi Sulawesi dan Surabaya.

“Untuk di Tarakan cabai itu ada, akan tetapi memang tidak cukup untuk kebutuhan di Tarakan, sehingga kita ambil dari luar Kalimantan. Selain itu juga bahan pokok seperti cabai ini mudah busuk dan rusak kalau kelamaan, jadi itu juga yang ditakutkan pedagang,” kata dia.

Ia mengatakan untuk menghindari kelangkaan stok dan menyebabkan harga meningkat, pihaknya akan terus melakukan pengawasan.

“Kalau kenaikan inikan sifatnya sementara, yang penting bagi kami akan terus melakukan pengawasan dan memantau barang dan harga itu, jangan sampai stok tidak ada harga naik pasti masyarakat (konsumen) kasihan,” tandas dia. (*)

Kapolda Kaltara Perkuat Sinergi dengan Binda Kaltara, Tingkatkan Keamanan Wilayah
Suplai Sapi Terkendala Kebijakan PMK, Tarakan Andalkan Sapi Lokal
Musik Alam Fest 2K21, Gubernur Puji Kreativitas Anak Muda Kaltara
Ketua IWAPI Kaltara Apresiasi Halal Bihalal HIPMI, Wadah Perkuat Silaturahmi Masyarakat
SOA Jadi Langkah Solutif
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?