Keberadaan Kampus STMIK PPKIA, Buka Peluang Usaha dan Tingkatkan Ekonomi Warga Pamusian

Redaksi

TARAKAN – Keberadaan kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) PPKIA Tarakanita Rahmawati di wilayah RT 07, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, dinilai memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Ketua RT 07 Kelurahan Pamusian, Pius Wempi Ola. Ia mengatakan, sejak kampus PPKIA berdiri dan beroperasi di lingkungan tersebut, aktivitas ekonomi warga mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Ketua RT 07 Kelurahan Pamusian, Pius Wempi Ola.

“Sejak berdirinya kampus PPKIA di lingkungan RT 07, dampaknya untuk masyarakat sangat besar, terutama dalam bidang ekonomi,” ujar Pius.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, keberadaan kampus mendorong sejumlah warga memanfaatkan peluang ekonomi dengan membangun rumah kos, membuka warung, kios, serta usaha lainnya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa.

Pius menyebut, hampir sepanjang kawasan Jalan Opal 1 hingga Opal 5 kini terdapat rumah kos yang dihuni mahasiswa. Kondisi tersebut secara tidak langsung menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.

“Dampaknya sangat positif. Warga sudah bisa membangun kos-kosan, membuka warung dan kios. Hampir semua usaha di sekitar sini merupakan milik warga RT 07,” katanya.

Selain memberikan dampak ekonomi, Pius juga mengapresiasi hubungan dan komunikasi yang terjalin antara masyarakat dengan pihak yayasan PPKIA. Menurutnya, kerja sama tersebut telah dibangun sejak awal kampus direncanakan berdiri.

Sebelum pembangunan kampus, pihak RT bersama warga terlebih dahulu melakukan pembahasan mengenai harapan masyarakat terhadap keberadaan perguruan tinggi tersebut. Salah satu bentuk manfaat yang dirasakan warga adalah adanya kebijakan dari pihak yayasan berupa beasiswa maupun keringanan pembayaran bagi mahasiswa yang berasal dari lingkungan sekitar.

“Yang kami rasakan, masyarakat lingkungan sini yang masuk PPKIA sebagai mahasiswa mendapat kebijakan dari pihak yayasan, baik berupa beasiswa maupun keringanan pembayaran,” jelasnya.

Pius menambahkan, lahan yang berada di lingkungan kampus juga terkadang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk kegiatan lingkungan dan kebutuhan parkir ketika warga menggelar acara.

Ia menilai, manfaat keberadaan PPKIA semakin terasa seiring meningkatnya aktivitas kampus dan jumlah mahasiswa yang berada di kawasan tersebut.

Namun demikian, Pius berharap Pemerintah Kota Tarakan turut memperhatikan infrastruktur jalan di sekitar kawasan kampus. Menurutnya, meningkatnya mobilitas mahasiswa dan masyarakat perlu diimbangi dengan akses jalan yang memadai untuk mencegah kepadatan maupun potensi benturan antara pengguna jalan.

“Kami mengimbau kepada pemerintah kota agar akses jalan lebih diperhatikan, karena aktivitas masyarakat dan mahasiswa semakin meningkat,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini sudah terdapat akses melalui sejumlah ruas jalan di kawasan Opal. Namun, warga masih mengusulkan pembangunan akses tambahan dari Jalan Opal 3 menuju kawasan kampus.

Menurut Pius, pembangunan drainase di kawasan tersebut telah dilakukan dan saat ini masyarakat berharap akses jalan tersebut dapat segera dilanjutkan melalui pekerjaan semenisasi.

“Kalau akses dari Opal 3 ke arah kampus bisa disemenisasi, kami berharap pemerintah dapat merealisasikannya. Dengan begitu, akses menuju kampus akan semakin lancar,” pungkasnya.

Pius berharap sinergi antara masyarakat, pihak PPKIA dan Pemerintah Kota Tarakan dapat terus terjaga sehingga keberadaan kampus tidak hanya mendukung sektor pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekitar. (****)

 

Share This Article