By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Klaim Sudah Berupaya Maksimal Raih Predikat KLA
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
PemerintahanTarakan

Klaim Sudah Berupaya Maksimal Raih Predikat KLA

Redaksi
Last updated: 17 Maret 2022 22:12
Redaksi
Published: 17 Maret 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Upaya Kota Tarakan untuk mendapat gelar Kota Layak Anak (KLA) mengalami rintangan berat. Lantaran terus bertambahnya kasus pelecehan terhadap anak. Hal itu juga ditambah dengan maraknya praktik eksploitasi di Kota Tarakan.

Melihat kondisi ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Kota Tarakan, Mariyam menerangkan, sejauh ini pemerintah telah berupaya dengan maksimal dalam mendapat gelar KLA. Meski begitu, harus diakui bertambahnya kasus asusila pada anak membuatnya cukup sulit mengontrol hal tersebut.

“Kalau secara fisik kita layak, kita berupaya. Kalau persoalan pelecehan kan bukan bagian dari kategori yang cukup menjatuhkan karena itu sebagian kecil dari indikator yang kita lakukan. Terdapat 24 indikator, seperti halnya sekolah dari sisi infrastruktur gedung SD, SMP SMA yang layak,”terangnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain itu, ia menjelaskan upaya pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, dinilai telah berjalan baik. Lanjutnya, pihaknya cukup kesulitan untuk beroleh data dari instansi vertikal tersebut meski ia telah bersurat. Dibanding dari OPD di lingkungan Pemkot Tarakan, lanjutnya, hal itu jauh lebih mudah.

“Seperti pojok anak di setiap tempat pelayanan publik, Puskesmas dan juga tempat tahanan Lapas khusus anak disertai kegiatan yang ramah anak. Kesemuanya ia inginkan dapat diperoleh dari instansi terkait dengan penguatan dokumen serta dokumentasi,”pungkasnya.

Kontingen PON Papua Dilepas, Gubernur Optimis Raih 6 Medali Emas
Hendak Masuk ke Tarakan Secara Ilegal, 380 Kilogram Allana Diamankan Lantamal XIII Tarakan
Korpri Bulungan Bekali 102 ASN Pra Pensiun dengan Keterampilan Usaha
Donald Trump Is Sworn In as President, Capping His Swift Ascent
Sosialisasikan Pergub Penggunaan Batik dan Pangan Lokal, Harapkan Penggunaan Batik Ditingkatkan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?