By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Komite Pengarah Nasional Program INOVASI Tinjau Dampak TET di Bulungan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
BulunganPemerintahan

Komite Pengarah Nasional Program INOVASI Tinjau Dampak TET di Bulungan

Redaksi
Last updated: 29 September 2026 00:13
Redaksi
Published: 29 September 2026
Share
SHARE

BULUNGAN — Komite Pengarah Nasional Program INOVASI yang terdiri atas perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kedutaan Besar Australia, serta tim Program INOVASI melakukan kunjungan bersama (joint visit) ke Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada 28–29 September 2026.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi dan dampak Teacher Experimental Training (TET) sebagai sistem peningkatan mutu guru berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus dan satuan pendidikan.

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, penerapan TET menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam memperluas akses peningkatan kompetensi guru, termasuk bagi tenaga pendidik yang bertugas di wilayah terpencil.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“TET sesuai dengan kondisi wilayah. Guru tidak perlu ke kota untuk belajar. Pembelajaran didekatkan ke tempat guru bertugas melalui KKG di gugusnya, lalu langsung dipraktikkan di kelas,” ujar Syarwani saat ramah tamah bersama rombongan joint visit di Hotel Luminor Tanjung Selor, Senin malam, 28 September 2026.

Ia mengatakan, pendekatan tersebut sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam memperkuat layanan dasar serta memastikan pelayanan pendidikan yang adil dan merata.

“Inilah wujud misi ketiga dan kelima kami: layanan dasar yang andal serta pelayanan yang adil dan merata. Guru di Peso yang berada di hulu Sungai Kayan mendapat kesempatan belajar yang sama dengan guru di Kota Tanjung Selor,” katanya.

Berawal dari Dua Gugusan, Syarwani menjelaskan, penerapan TET di Bulungan berawal dari kemitraan dengan Program INOVASI pada 2017 yang saat itu dilaksanakan di dua gugus. Seiring waktu, pendekatan tersebut berkembang dan kini telah diterapkan di 26 gugus serta sepenuhnya didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulungan.
Menurutnya, keberlanjutan TET menunjukkan bahwa sistem tersebut mampu bertahan di tengah berbagai perubahan, termasuk pergantian kepemimpinan, pandemi, hingga kebijakan efisiensi anggaran.

“Bagi kami, inilah bukti keberhasilan kemitraan yang sesungguhnya: yang dimulai bersama mitra, kini menjadi milik dan tanggung jawab daerah,” ujar Syarwani.
Ia menambahkan, TET tidak hanya membantu peningkatan kompetensi guru dalam literasi dasar, tetapi juga dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pendidikan.
Saat pandemi COVID-19, misalnya, sistem tersebut turut mendukung upaya menekan dampak learning loss. Kini, kerangka yang sama dikembangkan untuk mendukung pendidikan inklusif dengan membekali guru reguler agar mampu memberikan layanan kepada peserta didik berkebutuhan khusus.

“Bahkan, ketika kebakaran hutan terjadi beberapa minggu yang lalu, kami dapat dengan cepat menyelenggarakan belajar dari rumah dengan memanfaatkan sistem ini. Satu sistem, berbagai prioritas, tanpa membangun struktur baru,” imbuhnya.
Diharapkan Menjadi Model bagi Daerah Lain
Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap pendekatan TET dapat dikaji sebagai salah satu model pengembangan kompetensi guru berbasis gugus yang efisien dan relevan bagi daerah dengan tantangan geografis, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Bulungan, kata Syarwani, terbuka untuk menjadi lokasi pembelajaran bagi pemerintah daerah lain yang ingin mempelajari penerapan sistem tersebut.
Pemkab Bulungan juga berharap dukungan untuk memperluas pendekatan TET ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan inklusif.

Selain itu, pengembangan teknologi diharapkan dapat membantu menghubungkan gugus-gugus pendidikan di wilayah terpencil sehingga guru dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik.
Tantangan Geografis
Syarwani menuturkan, Kabupaten Bulungan memiliki wilayah lebih dari 13 ribu kilometer persegi, dengan kondisi geografis yang membuat sebagian sekolah dan guru hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai.

“Pemkab harus melayani guru dan sekolah di wilayah seluas dua puluh Jakarta, dengan sebagian di antaranya hanya dapat dijangkau lewat sungai. Di sisi lain, kemampuan fiskal terbatas,” katanya.
Dalam kondisi tersebut, TET dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendekatkan layanan pengembangan kompetensi kepada guru, sekaligus menjaga keberlanjutan program tanpa menambah struktur baru yang membutuhkan biaya besar.

Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Bupati menegaskan, penerapan TET di Bulungan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Di antaranya Pemerintah Kabupaten Bulungan, Program INOVASI, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Utara, KGTK Kalimantan Utara, Universitas Borneo Tarakan, organisasi perangkat daerah (OPD) Bulungan, Kementerian Agama, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, komunitas belajar, perguruan tinggi, serta masyarakat.

“Besok bapak dan ibu akan mengunjungi sekolah untuk melihat dan berdiskusi langsung dengan kepala sekolah, pengawas, dan guru tentang dampak TET di Bulungan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulungan akan memberikan penjelasan lebih teknis tentang sistem ini, baik dari segi kebijakan maupun operasionalnya,” ujar Syarwani.

Kunjungan joint visit Komite Pengarah Nasional Program INOVASI tersebut melibatkan unsur Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Unit Manager Pendidikan Dasar Kedutaan Besar Australia, Deputy Director Bidang Ekosistem Pendidikan dan Sub Nasional, Deputy Program Director Education Policy, Performance and Learning, UPT Kemendikdasmen, serta perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah di Bulungan untuk melihat pelaksanaan TET serta berdialog dengan kepala sekolah, pengawas, dan guru mengenai penerapan dan dampaknya terhadap proses pembelajaran.(****)

Diduga LPJ Fiktif dan Tanda Tangan Dipalsukan, Mantan Perangkat Desa Ujang Laporkan ke Polresta Bulungan
Dinilai Cukup Baik Pada SAKIP, Kaltara Raih Predikat BB
PJ Wali Kota Lakukan Sidak di lingkungan Pemkot Tarakan Pasca Libur Idul Fitri
PKT Bontang Diminta Garap Industri di Kawasan PLTA
Ini 4 Akun Sosmed Pribadi Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?