By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Menuju Eliminasi ATM 2030, Sekprov Kaltara Ajak Semua Sektor Bergerak Bersama
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
AdvetorialKaltara

Menuju Eliminasi ATM 2030, Sekprov Kaltara Ajak Semua Sektor Bergerak Bersama

Redaksi
Last updated: 12 Mei 2026 15:27
Redaksi
Published: 12 Mei 2026
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat langkah menuju eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) pada tahun 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan kebijakan daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat membuka Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kaltara di Ballroom Hotel Pangeran Khar, Senin (11/5).

Dalam sambutannya, Denny menegaskan bahwa persoalan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut kondisi sosial, lingkungan, hingga kesejahteraan masyarakat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Masalah ini berkaitan dengan kemiskinan, lingkungan, kualitas hunian, hingga ketenagakerjaan. Jadi tidak bisa ditangani sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia menilai penanganan ATM membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah serta dukungan sektor non-pemerintah agar target eliminasi tahun 2030 dapat tercapai secara optimal.

Menurutnya, pola kerja sektoral harus segera diakhiri dan digantikan dengan sinergi lintas instansi, mulai dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Workshop yang melibatkan Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia (Adinkes) tersebut menjadi langkah strategis untuk menyinkronkan program ATM ke dalam dokumen pembangunan daerah, seperti RPJMD, RKPD, hingga penganggaran tahunan.

Selain itu, Pemprov Kaltara juga mendorong peran dunia usaha dan Baznas dalam mendukung edukasi serta pembiayaan program kesehatan masyarakat.

Denny berharap upaya bersama tersebut dapat melahirkan generasi Kaltara yang sehat, unggul, dan mampu bersaing di masa depan.

“Mari kita perkuat kolaborasi dan sinergi bersama demi Kaltara yang sehat, maju, dan memiliki generasi unggul,” pungkasnya. (Adv)

Kunker Perbatasan, Mendagri Tito Karnavian Tiba di Kaltara
Gubernur Ajak Pemuda Berkolaborasi
Gubernur Kaltara Dukung Penuh Pembangunan PTUN di Tanjung Selor
Ajak Kelompok Tani Tingkatkan Produktifitas
Reses Jufri Budiman, Warga Pesisir Binalatung Sampaikan Keluhan Harga Rumput Laut dan Perbaikan Jalan Kelompok Tani
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?