By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Merasa Dirugikan, Masyarakat Pantai Amal Unras Desak Pemerintah Hentikan Pembangunan Pagar Wisata Pantai Amal
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
PemerintahanTarakan

Merasa Dirugikan, Masyarakat Pantai Amal Unras Desak Pemerintah Hentikan Pembangunan Pagar Wisata Pantai Amal

Redaksi
Last updated: 22 September 2021 12:36
Redaksi
Published: 20 September 2021
Share
SHARE

TARAKAN – Puluhan Mahasiswa dan masyarakat Pantai Amal yang mengatasmakan Forum Warga Amal Bergerak, melakukan aksi turun ke jalan guna melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Tarakan.

Aksi itu atas adanya pembangunan pagar wisata pantai amal yang merugikan masyarakat. Sehingga hal ini membuat masyarakat kesulitan dalam melakukan aktivitas melaut.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo Muhammad Rijal mengatakan adanya aksi tersebut mempersoalkan pembangunan tembok pembatas yang mengahalangi serta menghambat aktivitas warga khususnya di RT 5, 3 dan 4 Kelurahan Pantai Amal.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kami dari gabungan mahasiswa dan warga dari tiga RT terdiri dari RT 5, 3 dan 4 Kelurahan Pantai Amal, mempersoalkan pembangunan pagar dikawasan wisata Pantai Amal Lama,” ungkapnya, (20/09/2021).

“Aliansi kami menolak keberadaan pagar tersebut karena membatasi dan menghambat aktivitas warga yang bermata pencarian sebagai nelayan, warga harus mutar dulu kalau mau pergi melaut, soalnya tembok yang diberdirikan bukan dibibir pantai, melainkan pas depan halaman rumah warga setinggi kurang lebih 4 meter,” tambah Rijal.

Rijal yang merupakan aktivis Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) ini menuturkan bahwa pihak masyarakat mendukung dengan adanya tempat wisata baru di Pantai Amal. Tetapi tidak dengan adanya tembok pembatas setinggi 4 meter yang menghalangi halaman rumah warga.

“Warga harus mutar, karena tidak ada pintu. Jadi warga susah jika mau pergi melaut, meskipun ada satu atau dua pintu hal itu tidak membantu warga karena kasian warga yang rumahnya agak jauh dari pintu itu,” tuturnya.

Akibat aksi tersebut puluhan personil kepolisian harus diturunkan dalam mengawal unjuk rasa. Untuk rasa ditutup setelah puluhan masyarakat dan mahasiswa keluhan masyarakat diterima dan akan ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Tarakan.

Menuju Pembangunan Ekonomi Hijau yang Berkelanjutan
Diperpanjang, PPKM Masih Dinilai Efektif
Tarakan Bakal Kembali Lakukan Rekrutmen PPPK, Begini Penjelasannya
The Last Guardian Playstation 4 Game review
Mengenal Sosok Juliansyah, Pencetus Platform Untuk Dukung UMKM Kaltara
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?