By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: NISA, Adik Almarhum Briptu Aldi, Anggota Brimob Gugur di Papua, Berjuang Wujudkan Cita-cita Menjadi Polisi
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraNunukan

NISA, Adik Almarhum Briptu Aldi, Anggota Brimob Gugur di Papua, Berjuang Wujudkan Cita-cita Menjadi Polisi

Redaksi
Last updated: 9 Mei 2026 10:30
Redaksi
Published: 9 Mei 2026
Share
SHARE

NUNUKAN, KALTARA – Perjuangan penuh haru datang dari seorang calon siswa (casis) Polri asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Alnisa, peserta seleksi pengiriman dari Polres Nunukan, tengah berjuang mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Polri demi melanjutkan pengabdian sang kakak, almarhum Bharatu Aldi.

Dalam kisah yang disampaikannya, Alnisa merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Ia berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di rumah sewa di wilayah Nunukan. Sang ayah bekerja sebagai buruh pelabuhan, sementara ibunya telah meninggal dunia saat dirinya masih berusia delapan tahun.

Untuk membantu kebutuhan keluarga dan biaya mengikuti seleksi Polri, Alnisa sehari-hari bekerja di tempat fotokopi. Ia juga harus menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih empat jam melewati dua pulau dari Nunukan menuju Tarakan hingga tiba di Tanjung Selor untuk mengikuti tahapan seleksi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Nama sang kakak, Bharatu Aldi, dikenal sebagai anggota Korps Brimob Polri yang gugur saat menjalankan tugas di Mugi, Duga, Papua pada tahun 2019 akibat kontak senjata. Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya, nama Bharatu Aldi diabadikan menjadi nama jalan menuju Polres Nunukan dan markas Kompi Brimob.

Tidak hanya itu, patung Bharatu Aldi juga dijadikan monumen di pusat pelatihan Brimob Halimun Korps Brimob Polri. Namanya turut diabadikan di Kompi tempat ia berdinas, yang kini dikenal sebagai Kompi 2 Batalyon A Resimen 1 Pasukan Pelopor.

Almarhum Bharatu Aldi kini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nenokan dan dikenang sebagai kebanggaan sekaligus tulang punggung keluarga.

Keluarga berharap Alnisa dapat melanjutkan jejak sang kakak dengan menjadi anggota Bhayangkara Polri dan mengabdi kepada negara.

“Besar harapan saya bisa menjadi bagian dari anggota Bhayangkara Polri dan melanjutkan perjuangan kakak saya,” ungkap Alnisa.

Ia juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat serta jajaran Polri agar dapat lolos dalam seleksi yang kini diikutinya untuk kedua kalinya, di usia terakhir pendaftaran Polri yakni 21 tahun.(****)

Himbau Peserta Seleksi PPPK Persiapkan Diri
Gubernur Hadiahkan Beragam Peralatan Olahraga Kepada Masyarakat
Peringati Hari Kartini, Pemprov Kaltara Hadirkan 2 Sosok Perempuan Inspiratif
Buka Pesparani III Kaltara, Gubernur Ajak Umat Katolik Jaga Persatuan dan Kerukunan
Gelar Aksi Jilid II, Aliansi Geram Minta DPRD Aminkan Petisi Tolak UU Ciptaker
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?