TARAKAN – Pdt. Marthen Nico, M.Th., resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Tarakan periode terbaru setelah dilantik pada Sabtu (17/10/2026). Ia berkomitmen menjadikan API sebagai wadah pemersatu para pendeta sekaligus memperkuat pembinaan iman dan kesejahteraan umat.
Pelantikan berlangsung khidmat di GPSI EL-Shaddai II Tarakan dan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) API Kalimantan Utara, Pdt. Julti Toding Bua, S.Th.
Dalam menjalankan tugasnya, Pdt. Marthen Nico didampingi Pdt. Ari Hepi Sari, S.Th., sebagai sekretaris dan Pdt. Yeremia Tiroan, M.Th., sebagai bendahara.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 peserta dan undangan, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tarakan, Ajat Jatnika, S.T., M.T., yang hadir mewakili Wali Kota Tarakan. Turut hadir Pembimas Kristen Kementerian Agama Kota Tarakan, Wasti, M.Pd., perwakilan organisasi gereja, termasuk PGLII, serta jajaran pengurus DPD API Kalimantan Utara.
Usai pelantikan, Pdt. Marthen Nico menegaskan bahwa API diharapkan menjadi rumah bersama bagi para pendeta untuk membangun kebersamaan, memperkuat pelayanan, dan meningkatkan kesejahteraan umat melalui pembinaan iman.
“Harapan yang terbesar adalah melalui wadah ini, bisa menjadi rumah besar bagi para pendeta untuk di dalamnya berhimpun dan bergandengan tangan, terkhusus untuk kesejahteraan umat dalam rangka pembinaan iman,” ujarnya.
Menurutnya, persatuan para hamba Tuhan menjadi salah satu modal penting dalam mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, API Tarakan berupaya merangkul berbagai pandangan dan membangun komunikasi yang baik antartokoh agama.
“Lewat wadah ini, kita bisa mempersatukan para hamba Tuhan sebagai tokoh agama yang punya peran penting di kota ini. Tentu kami akan bersinergi untuk menyatukan semua pandangan,” tambahnya.
Selain memperkuat persatuan internal organisasi, DPC API Tarakan juga diharapkan mampu membangun kemitraan dengan Pemerintah Kota Tarakan dan instansi terkait. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah serta menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan sosial masyarakat.
Sebagai langkah awal setelah pelantikan, pengurus DPC API Tarakan akan segera menyusun program kerja yang terarah dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi, sehingga keberadaan API dapat memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.
“Dalam waktu dekat ini, kurang lebih sekitar seminggu ke depan, kami akan coba menyusun program agenda kerja setelah pengurus dilantik hari ini,” kata Marthen.
Dengan kepengurusan baru tersebut, DPC API Kota Tarakan diharapkan semakin aktif menjalankan peran organisasi dalam mempererat persaudaraan antarpelayan gereja, memperkuat pembinaan iman, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis di Kota Tarakan. (****)




