By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Pemantauan Monev KONI Kaltara Menyoroti Kesiapan dan Tantangan Atlet di PON XXI/2024
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Olahraga

Pemantauan Monev KONI Kaltara Menyoroti Kesiapan dan Tantangan Atlet di PON XXI/2024

Redaksi
Last updated: 11 Desember 2024 23:43
Redaksi
Published: 3 September 2024
Share
SHARE

BANDA ACEH – Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Kalimantan Utara, Wiyono Adhie, melakukan kegiatan pemantauan ke berbagai venue Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh pada hari Selasa (3/9/2024). Salah satu lokasi yang diperiksa adalah venue cabang olahraga layar di Kawasan Gempong Pande, Banda Aceh.

Selain mengevaluasi kondisi venue, Wiyono Adhie juga memeriksa kesiapan peralatan tim layar Kaltara dan berinteraksi dengan para atlet untuk mendengarkan masukan dari mereka. Menurut penilaian Wiyono Adhie, dari segi persiapan perlengkapan pertandingan, tim layar Kaltara sudah siap. Namun, tantangan yang dihadapi terkait dengan kondisi kesehatan atlet, di mana beberapa atlet mengalami gangguan kesehatan.

“Setelah berbicara langsung dengan para atlet, kami menemukan beberapa masalah yang mungkin dianggap sebagian orang remeh. Namun, bagi kami yang terlibat secara teknis dan praktis di dunia olahraga, hal-hal ini tidak boleh dianggap enteng,”ungkap Wiyono Adhie kepada media setelah inspeksi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Salah satu contoh yang disebutkan adalah dua atlet yang mengalami gangguan kesehatan, di mana salah satunya mengidap sakit asam urat setelah tiba di Aceh. Dengan kondisi tersebut, Wiyono Adhie memandang bahwa atlet kurang disiplin dalam menjaga pola makan mereka. Oleh karena itu, Wiyono Adhie berencana untuk melakukan rapat bersama seluruh staf kontingen guna mencari solusi dan segera mengimplementasikannya. Langkah ini dianggap penting dalam memastikan performa atlet dan pencapaian prestasi yang optimal dalam PON.

Selain itu, Wiyono Adhie juga memeriksa kesiapan venue soft tenis dan memastikan tidak ada masalah yang signifikan, sambil menunggu kedatangan atlet soft tenis Kaltara.

Bertabur Pemain Level Nasional, Tim Voli Bunyu Sabet Gelar Juara Turnamen Harhubnas
Capaian Prestasi: Kontingen Kaltara Meraih 3 medali emas, 1 perak, dan 5 perunggu
Gelar Turnamen Esport, ESI Wajibkan Atlet Profesional Berlaga
Diperkuat Pemain Asing, Bunyu FC Gilas PS Lantamal 11 Gol Tanpa Balas
Atlet Balap Sepeda Kaltara Finish di Peringkat 8
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?