BERAU, KALTIM – Pemerintah Kabupaten Berau menyampaikan apresiasi atas kontribusi SD IT Ash Showah dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Apresiasi tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan 20 tahun berdirinya SD IT Ash Showah yang digelar pada Senin (12/1/2026) di lingkungan sekolah setempat.

Peringatan dua dekade SD IT Ash Showah tahun ini mengusung tema “Kokoh Berdiri Membangun Negeri”. Momentum tersebut dimaknai sebagai ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang selaras dengan perkembangan zaman.
Pada tahun ajaran berjalan, SD IT Ash Showah membuka kuota Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebanyak 112 siswa. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang telah mencapai 98 calon peserta didik. Capaian tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan publik terhadap mutu pendidikan serta pola pembinaan karakter yang diterapkan oleh sekolah.
Bupati Berau dalam sambutannya menilai SD IT Ash Showah telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai moral, etika, dan spiritual sejak usia dini.
“Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi kepribadian anak. Ketika pendidikan akademik berjalan seiring dengan pembinaan akhlak dan nilai keagamaan, maka kita sedang menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kecerdasan anak perlu dipandang secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek intelektual, tetapi juga mencakup kecerdasan emosional dan spiritual. Kemampuan mengelola emosi, bersikap santun, serta menjunjung tinggi integritas dinilai sama pentingnya dengan kemampuan akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan peran pentingnya dalam mendampingi peserta didik, khususnya pada fase awal pendidikan dasar. Proses transisi dari jenjang taman kanak-kanak ke sekolah dasar, menurutnya, membutuhkan pendekatan yang penuh kesabaran, keteladanan, serta perhatian terhadap perkembangan karakter anak.
Sumber : Pemkab_berau.
Reporter : Hendra Sitorus
KONTRIBUTOR BERAU-KALTIM




