By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: PENA Kaltara Siapkan Road to Cafe Free Fire Community Tournament
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Kaltara

PENA Kaltara Siapkan Road to Cafe Free Fire Community Tournament

Redaksi
Last updated: 16 September 2026 09:18
Redaksi
Published: 16 September 2026
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – PENA Kaltara menyiapkan program perdana Road to Cafe – Free Fire Community Tournament sebagai wadah bagi pemain dan komunitas Free Fire di Kalimantan Utara untuk berkompetisi sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas.

Turnamen esports tersebut mengusung tema “Satukan Komunitas, Tunjukkan Skill, Raih Booyah”. Kegiatan tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang interaksi bagi para pemain dan komunitas Free Fire di Kaltara.

Direktur Utama PENA Kaltara, Rachmad Rhomadhani, S.T., mengatakan kegiatan tersebut disiapkan seiring dengan perkembangan game online dan esports yang semakin luas di Indonesia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Perkembangan game online dan esports di Indonesia saat ini sangat pesat. Free Fire sendiri memiliki komunitas yang besar dan aktif. Selain kompetitif, game ini juga mudah dimainkan dan banyak diminati, terutama oleh generasi muda,” ujar Rachmad, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, potensi komunitas Free Fire di Kalimantan Utara juga cukup besar sehingga diperlukan ruang yang dapat mempertemukan pemain sekaligus mengembangkan potensi lokal.

“Di Kalimantan Utara sendiri terdapat banyak pemain dan komunitas Free Fire yang aktif. Potensi tersebut perlu didukung dengan hadirnya kegiatan yang mampu menjadi wadah untuk berkompetisi, bersilaturahmi, membangun komunitas, sekaligus mengembangkan potensi pemain lokal,” jelasnya.

PENA Kaltara menargetkan turnamen diikuti 32 hingga 64 tim. Pertandingan menggunakan format Squad, dengan setiap tim terdiri dari empat pemain utama dan maksimal satu pemain cadangan.

Jumlah peserta nantinya dapat disesuaikan dengan kapasitas venue dan sistem pertandingan yang diterapkan.

Berdasarkan jadwal yang disiapkan panitia, registrasi peserta berlangsung pada 15–26 September 2026, dilanjutkan technical meeting pada 27 September 2026. Sementara pertandingan atau match day dijadwalkan berlangsung pada 29–30 September 2026 secara offline di Beanladen.

Melalui konsep “Free Fire – More Than Just a Game”, program Road to Cafe juga diarahkan untuk menjadikan kafe sebagai ruang berkumpul komunitas, lokasi pertandingan, sekaligus tempat berinteraksi antara pemain, komunitas, penonton, pelaku usaha, sponsor, dan pihak-pihak yang mendukung perkembangan esports.

Rachmad berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan kompetisi dan juara, tetapi juga dapat memperkuat jejaring komunitas serta membuka ruang bagi pemain lokal untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga bisa menjadi tempat untuk mempererat hubungan antarkomunitas Free Fire. Dari sini, kami juga berharap muncul pemain-pemain lokal yang punya potensi dan bisa berkembang lebih jauh di dunia esports,” pungkasnya. (*****)

Ekonomi Tumbuh Tingkat Pengangguran Menurun
ASN di Pemprov Kaltara akan Ikuti Penilaian Potensi dan Kompetensi dengan Metode CACT
Kosmetik Ilegal Masih Marak, BPOM Libatkan Remaja Edukasikan Bahaya Kosmetik Ilegal
Buntut Pencemaran Lingkungan di Malinau, Satgas Investasi Bakal Turun Gunung
Lepas Kontingen Potradnas Kaltara, Wagub: Jaga Kehormatan Diri dan Daerah, Pulang Bawa Prestasi
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?