TARAKAN, KALTARA – Penguatan program pemerintah pusat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) terus dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satunya dengan diresmikannya SPPG 003 Gunung Lingkas, Tarakan Timur, dibawah naungan Yayasan Aztrada Garuda Jaya, pada Senin, 9 Maret 2026.
Peresmian yang ditandai dengan peninjauan dapur untuk MBG ini, dihadiri Wali Kota Tarakan, Khairul, Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud, IS, H. Nuwardi (H. Momo) serta Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Azmir NP dan instansi terkait lainnya.
Usai meninjau langsung fasilitas dapur MBG, Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan saat ini di Tarakan sudah ada 23 dapur MBG. Akan tetapi terdapat 3 dapur MBG yang. Sementara waktu dihentikan operasionalnya, lantaran sedang dilakukan evaluasi.
“Ada 23 dapur MBG di Tarakan. Tiga dapur sementara dihentikan untuk evaluasi, sehingga yang aktif saat ini 20 dapur. Dengan tambahan satu dapur baru ini, jumlahnya menjadi 21 dapur yang beroperasi,” katanya.
Khairul juga menjelaskan, setiap dapur MBG menargetkan sekitar 3.000 penerima manfaat untuk bisa dilayani.
“Kalau satu dapur melayani sekitar 3.000 sasaran, maka secara keseluruhan program ini diharapkan bisa menjangkau lebih dari 60.000 penerima manfaat di Tarakan,” jelas Khairul.
Lebih lanjut, Wali Kota menerangkan, program MBG yang merupakan salah satu program Presiden Prabowo Subianto ini, tidak hanya menyasar pelajar, namun akan menyasar balita dan ibu hamil melalui layanan Posyandu.
“Berdasarkan informasi dari para kader, kunjungan ke Posyandu meningkat. Kalau sebelumnya kegiatan Posyandu biasanya sebulan sekali dengan tingkat kunjungan di bawah 50 persen, sekarang banyak Posyandu membuka layanan setiap hari karena masyarakat datang untuk mengambil makanan bergizi gratis,” terang Khairul.
Sementara, Kepala SPPG 003 Tarakan Timur dari Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Abdullah Suhandika mengatakan, dapur MBG ini melayani 942 penerima manfaat pada tahap awal operasional.
“Untuk yang diakomodir sekarang 942 penerima manfaat. Untuk awal running ini dari SMP 03 dan juga TK Pembina 1,” katanya.
Adapun untuk rinciannya, sebanyak 835 siswa berasal dari SMP 03 dan 107 siswa dari TK Pembina 1. Nantinya, jumlah penerima manfaat akan ditambah secara bertahap, termasuk untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dijelaskan Abdullah, sesuai standar Badan Gizi Nasional, satu SPPG ditargetkan mampu melayani hingga 2.500 penerima manfaat.
“Karena ada tahapan-tahapan, jadi kami mulai dulu. Nanti akan bertambah lagi termasuk untuk ibu menyusui, balita, dan ibu hamil,” tukasnya.***




