By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Perdalam Wawasan Hukum Jurnalis, Akademisi UBT Berikan Penyuluhan Bagi Jurnalis PWI
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraTarakan

Perdalam Wawasan Hukum Jurnalis, Akademisi UBT Berikan Penyuluhan Bagi Jurnalis PWI

Redaksi
Last updated: 25 Oktober 2022 21:56
Redaksi
Published: 25 Oktober 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Sebagai kewajiban pengabdian kepada masyarakat, Kademisi Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan memberikan edukasi salah satunya kepada insan pers di Kota Tarakan. Edukasi ini disampaikan menyoal peran kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum yang tentu menjadi sangat penting untuk kaum jurnalis. Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tarakan, Yasser Arafat memaparkan perihal peran pancasila dalam hukum di Indonesia

Kegiatan penyuluhan dan sosialiasi ini diharapkan seluruh jurnalis termasuk yang tergabung sebagai anggota PWI Tarakan Kalimantan Utara menjadi bekal saat mengkritisi satu kebijakan.

“Teman-teman wartwan bisa menjadikan Pancasila sebagai batu ujinya, sebagai paradigma dalam mengkritisi pemerintah. Ini wujud pengabdian kepada masyarakat yang biasa dilakukan dosen. Salah satunya melakukan sosialisasi jika berbicara pengabdian hukum, penyuluhan hukum,” ungkap Yasser Arafat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam hal ini menyasar insan pers karena dipahami saat ini pers bagian dari tonggak demokrasi di negara Indonesia. Salah satu pilar demokrasi di Indonesia adalah pers yang memainkan kontrol sosial. Dalam menjalankan peran kontrol sosial, pers dituntut kritis terhadap regulasi maupun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Diharapkan dengan adanya penyuluhan hukum ini kepada wartawan, anggota PWI Tarakan, sudah memiliki modal ketika mengkritisi satu kebijakan, satu regulasi, itu berparadigma Pancasila, berdasarkan pada nilai-nilai pancasila,” beber Yasser Arafat usai kegiatan sosialisasi.

Termasuk salah satunya, bagaimana mengoperasionalkan kedudukan Pancasila yang selama ini sebagai sumber dari segala sumber hukum.

“Salah satunya dengan membuat kajian mendalam mengenai Pancasila dan kemudian membuat indikator misalnya kebijakan A atau regulasi A bertentangan dengan sila kesatu karena indikator apa, misalnya karena ada diskriminasi agama misalnya. Kalau indikator itu dilanggar maka bisa dikatakan bertentangan dengan nilai pancasila,” pungkasnya.

Ketua IWAPI Kaltara Apresiasi Halal Bihalal HIPMI, Wadah Perkuat Silaturahmi Masyarakat
Sambangi Tana Kuning, Ketua Komite DPD-RI Tampung l Aspirasi Masyarakat
Pastikan Keselamatan Penumpang, Polairud Lakukan Tes Urine Pada Motoris Speed Boat
Terima Usulan Berantas Mafia BBM, DPRD Bakal Bentuk Satgas Khusus
Dongkrak PAD, Kran Investasi Segera Dibuka
Share This Article
Facebook Email Print
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?